Kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri kembali mendapat sorotan lewat langkah Universitas STEKOM dalam forum APINDO Jawa Tengah. Di tengah pembahasan tentang resiliensi usaha dan tekanan ekonomi global, kampus ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi perlu hadir lebih dekat dengan kebutuhan pasar kerja.
Momentum itu terjadi dalam Pelantikan DPP APINDO Jawa Tengah Masa Bakti 2026–2031 yang digelar di Rama Shinta Ballroom Hotel Patrajasa Semarang, Rabu (3/6/2026). Acara tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pimpinan perguruan tinggi, dan organisasi industri dalam satu forum strategis.
MoU jadi pintu kolaborasi
Salah satu bagian penting dari agenda itu adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara DPP APINDO Jawa Tengah dan sejumlah mitra strategis, termasuk perguruan tinggi. Rektor Universitas STEKOM turut menandatangani MoU tersebut sebagai bentuk komitmen untuk memperluas kerja sama dengan dunia usaha.
Kolaborasi ini diarahkan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa, lulusan, guru, dan sekolah mitra. Ruang kerja sama yang dibangun mencakup pengembangan kompetensi, magang industri, sertifikasi, hingga penyerapan tenaga kerja.
Perguruan tinggi masuk ke ekosistem ekonomi
Kehadiran Universitas STEKOM dalam forum tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara pendidikan dan industri bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan yang semakin penting. Kampus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas, terutama ketika dunia usaha menghadapi perubahan yang cepat.
Rektor Universitas STEKOM hadir sebagai tokoh pendidikan yang mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Posisi ini memperlihatkan bahwa kampus tidak hanya berperan dalam ruang akademik, tetapi juga dalam membangun jejaring yang mendukung kesiapan kerja lulusan.
Panel bahas tekanan ekonomi global
Diskusi panel dalam agenda itu mengangkat tema “Resiliensi dan Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik”. Tema ini menegaskan bahwa pelaku usaha membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian.
Dalam pembahasan tersebut, para narasumber menyoroti kebutuhan penguatan investasi, transformasi digital, pengembangan UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Arah diskusi itu memperlihatkan bahwa kerja sama antarsektor menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.
Jejaring STEKOM makin terlihat
Forum tersebut dihadiri perwakilan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani, Ketua DPP APINDO Jawa Tengah Helmi Tas’an Wartono, pelaku usaha, pimpinan perguruan tinggi, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran unsur pemerintah dan industri memberi bobot lebih pada pembahasan yang berlangsung.
Rektor Universitas STEKOM yang juga dikenal sebagai Founder Toploker.com hadir bersama jajaran pemerintah, pimpinan APINDO, dan pelaku industri nasional. Partisipasi itu semakin menguatkan citra STEKOM sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jaringan strategis agar mahasiswa, alumni, guru, dan sekolah mitra memiliki akses lebih luas ke dunia kerja.
Langkah tersebut juga memperlihatkan arah pengembangan STEKOM yang tidak berhenti pada pendidikan akademik semata. Kampus ini menempatkan konektivitas dengan industri dan dunia usaha sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Source: stekom.ac.id




