Salah Mengira Aliran Dangkal, Panitia Kurban Palembang Tewas Saat Cuci Jeroan Sapi

Bagi warga di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, momen kurban yang semestinya berlangsung sibuk justru berubah menjadi kabar duka. Seorang panitia kurban bernama Julianto alias Juli tewas tenggelam setelah tergelincir saat membantu membersihkan jeroan sapi di anak Sungai Musi.

Peristiwa itu terjadi ketika Julianto bersama dua rekannya mencuci babat dan isi perut hewan kurban di tepi aliran sungai. Ia turun ke area yang dianggap dangkal, tetapi ternyata kedalamannya lebih dari perkiraan sehingga korban kehilangan kendali dan jatuh ke air.

Warga yang berada di lokasi sempat melihat korban terpeleset saat turun ke sungai. Edi, salah satu warga, mengatakan Julianto memang tidak bisa berenang sehingga keadaan cepat menjadi genting.

“Kan dia lagi nyuci jeroan sapi terpleset (ke sungai), dia enggak bisa berenang. Hilang tadi jam setengah 12,” kata Edi. Keterangan itu sejalan dengan penjelasan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang, Ipda Aditya Ammar Syaputra, yang menyebut korban turun ke sungai karena mengira bagian tersebut dangkal.

Begitu laporan diterima, petugas SPKT Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian. Pencarian kemudian dilakukan bersama warga sekitar dan personel kepolisian lainnya di area anak Sungai Musi.

Upaya pencarian berlangsung sekitar satu setengah jam sebelum korban akhirnya ditemukan. Saat ditemukan, kondisi Julianto sudah meninggal dunia, lalu jenazah dievakuasi dari lokasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kejadian ini terjadi di tengah aktivitas penyembelihan hewan kurban yang awalnya berjalan normal di kawasan tersebut. Pembersihan jeroan memang menjadi bagian dari rangkaian kerja setelah penyembelihan, karena bagian dalam hewan harus segera dibersihkan.

Namun, lokasi tepi sungai yang tampak tenang ternyata menyimpan bahaya. Kedalaman air yang tidak diketahui pasti membuat aktivitas sederhana itu berujung fatal, terlebih ketika korban tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa area sungai tidak selalu aman meski terlihat biasa dari permukaan. Dalam situasi kerja yang melibatkan banyak orang dan berlangsung cepat, kewaspadaan terhadap kondisi aliran air tetap menjadi hal yang penting.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button