Pemerintah mengubah susunan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergantian ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga ritme program tetap stabil sekaligus memperkuat arah kerja lembaga yang memegang peran penting dalam urusan gizi nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa evaluasi atas pelaksanaan program menjadi dasar keputusan Presiden Prabowo Subianto. Dari hasil penilaian itu, pemerintah memutuskan melakukan penyegaran di tingkat pucuk pimpinan agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai kebijakan yang sudah ditetapkan.
Dalam perubahan tersebut, jabatan Kepala BGN yang sebelumnya dipegang Dadan Hindayana kini tidak lagi dijabat olehnya. Pemerintah juga mengganti dua wakil kepala badan yang selama ini menangani bidang penting di dalam struktur BGN.
Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, yang membidangi pengembangan organisasi dan hubungan kelembagaan, ikut diganti. Posisi yang berkaitan dengan operasional pemenuhan gizi juga mengalami pergeseran, setelah Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya tidak lagi berada di jabatan itu.
Prabowo kemudian menetapkan tiga nama baru untuk mengambil alih kepemimpinan BGN. Nanik S Deyang dipercaya menjadi Kepala BGN yang baru, sementara dua wakil kepala badan diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Penunjukan formasi baru ini memberi arah baru bagi lembaga yang mengelola salah satu program strategis pemerintah. Dengan susunan yang baru, perhatian kini tertuju pada kemampuan tim pimpinan tersebut menjaga kelancaran program MBG di lapangan.
Prasetyo meminta pimpinan baru BGN segera melakukan konsolidasi internal setelah resmi bertugas. Ia menekankan bahwa koordinasi antarbadan di dalam lembaga harus diperkuat agar pekerjaan tidak tersendat.
Selain urusan internal, BGN juga diminta mempererat sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Pemerintah menilai kerja sama lintas pihak menjadi penting supaya program di bawah BGN bisa berjalan lebih baik dan mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara lebih optimal.
Penyegaran ini menunjukkan bahwa MBG tetap berada dalam pengawasan serius pemerintah. Dengan kepemimpinan yang baru, BGN kini dihadapkan pada tugas menjaga kesinambungan pelaksanaan program sekaligus memperkuat kerja sama yang dibutuhkan di lapangan.
Source: www.beritasatu.com




