Pemprov Jabar Tanggung Penuh Biaya Perawatan Korban Tabrakan KA Bekasi, Keluarga Meninggal Dapat Rp50 Juta

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah cepat setelah insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa dan korban luka. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan korban yang menjalani pengobatan di rumah sakit akan ditanggung penuh oleh Pemprov Jabar.

Pernyataan itu disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut dan memastikan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada penyembuhan korban luka, tetapi juga mencakup tanggungan biaya medis selama masa perawatan berlangsung.

Seluruh biaya rumah sakit ditanggung

Dedi menjelaskan bahwa puluhan korban luka sudah mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit. Karena itu, Pemprov Jabar meminta keluarga korban tidak memikirkan beban biaya pengobatan yang muncul akibat musibah tersebut.

“Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat,” ujar Dedi.

Keterangan itu sekaligus menegaskan bahwa penanganan pascakecelakaan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Dengan begitu, proses pemulihan para korban diharapkan bisa berjalan lebih cepat tanpa hambatan administrasi atau pembiayaan.

Santunan untuk keluarga korban meninggal

Selain menanggung biaya perawatan korban luka, Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Dedi menyebut masing-masing keluarga akan menerima santunan senilai Rp50 juta.

“Yang kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp50 juta,” ucapnya.

Data sementara yang disampaikan Dedi menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Di sisi lain, masih ada empat orang yang belum bisa dievakuasi karena terjepit setelah insiden terjadi.

Awal kejadian berawal dari taksi listrik mogok

Dedi juga membeberkan gambaran awal penyebab kecelakaan yang terjadi di lintasan rel. Menurut keterangannya, kereta berhenti setelah ada taksi listrik yang mogok di jalur tersebut.

Kondisi itu kemudian berujung pada tabrakan yang memakan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah penumpang harus dirawat. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang kini masih menjadi perhatian publik.

Harapan agar musibah serupa tidak terulang

Melalui pesannya, Dedi berharap peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi dan tidak menimpa warga Jawa Barat lagi. Ia juga meminta doa masyarakat agar keluarga korban diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi situasi berat ini.

Sikap Pemprov Jabar menunjukkan bahwa pemerintah daerah ingin hadir bukan hanya pada penanganan darurat, tetapi juga pada pemulihan korban dan dukungan bagi keluarga yang terdampak langsung. Dengan tanggungan biaya rumah sakit dan santunan Rp50 juta, pemerintah provinsi menyatakan ikut memikul beban yang muncul akibat tabrakan kereta di Bekasi Timur.

Source: jabar.jpnn.com

Baca Juga

Back to top button