Ketika Rumah Rapuh, Isu Sosial Menguat, Bunda Elly Dorong Ketahanan Keluarga di DPRD Jabar

Bagi Elly Farida, urusan keluarga tidak bisa ditempatkan sebagai persoalan rumah tangga semata. Di DPRD Jawa Barat, anggota Komisi V yang akrab disapa Bunda Elly itu menaruh ketahanan keluarga sebagai pusat perhatian karena dari sanalah berbagai persoalan sosial dinilai bermula.

Pandangan tersebut membuatnya melihat kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan masalah sosial sebagai satu rangkaian yang saling terkait. Dalam kerangka itu, keluarga menjadi titik awal yang menentukan apakah seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang kuat atau justru rentan terhadap risiko sosial.

Keluarga sebagai ruang pertama pembentukan anak

Bunda Elly menekankan bahwa penguatan keluarga tidak cukup diserahkan pada kebijakan administratif. Menurutnya, ada unsur nilai spiritual keagamaan dan komunikasi yang baik di rumah tangga yang harus ikut dijaga agar anak-anak mendapat perlindungan sejak awal.

Dalam cara pandangnya, ayah dan ibu memegang posisi paling dasar dalam pembentukan karakter anak. Keduanya ia tempatkan sebagai guru pertama yang membentuk kebiasaan dan perilaku sejak dini, sebelum anak berhadapan dengan lingkungan yang lebih luas.

Dari rumah tangga, anak belajar disiplin, etika, dan kebiasaan yang akan terbawa ke kehidupan sosial berikutnya. Karena itu, suasana di dalam keluarga dipandang ikut menentukan kuat atau rapuhnya masa depan seorang anak.

Dorongan kerja lintas sektor

Sebagai wakil dari Dapil VIII yang meliputi Kota Depok dan Kota Bekasi, Bunda Elly membawa komitmen untuk memperkuat kerja sama antarlembaga. Ia ingin legislatif, eksekutif, dan yudikatif bergerak lebih erat agar perlindungan bagi keluarga bisa berjalan lebih efektif.

Posisinya di Komisi V membuat pandangannya terhubung langsung dengan bidang kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan sosial. Empat bidang itu ia lihat tidak berdiri sendiri, melainkan harus saling menguatkan untuk menjaga keluarga tetap menjadi bingkai utama dalam pembangunan sosial.

Bagi Bunda Elly, pendekatan seperti ini penting karena masalah sosial tidak lahir secara terpisah. Ia menilai akar persoalan sering kembali ke rumah tangga, sehingga penguatan keluarga perlu hadir dalam kebijakan sekaligus dalam keseharian.

Pesan yang dibawa ke masyarakat

Gagasan itu juga ia sampaikan saat menyapa warga Cipayung, Depok. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan bahwa berbagai persoalan pada akhirnya berangkat dari keluarga.

Pernyataan itu sejalan dengan cara ia membaca peran orang tua di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. Menurutnya, jika keluarga kuat, anak memiliki perlindungan awal yang lebih baik untuk menghadapi lingkungan di luar rumah.

Karena itu, fokus kerja politik Bunda Elly tidak berhenti pada layanan publik saja. Ia mengaitkan perlindungan sosial dengan kualitas hubungan di rumah, lalu menempatkan keluarga sebagai fondasi yang menentukan arah tumbuh kembang anak.

Dengan tugasnya di DPRD Jawa Barat dan kedekatannya dengan warga Depok serta Bekasi, Bunda Elly terus mendorong agar ketahanan keluarga tidak hanya menjadi wacana. Baginya, keluarga adalah unit terkecil masyarakat, tetapi juga ruang pertama yang paling berpengaruh terhadap arah pembangunan sosial.

Source: depok.tribunnews.com

Baca Juga

Back to top button