Dukungan Bank Menguat, Target 71 Ribu Rumah Subsidi Masih Dikejar Hingga 2026

Pemerintah melihat laju penyaluran KPR Sejahtera sebagai tanda bahwa pembiayaan rumah subsidi mulai bergerak lebih kuat. Dari yang semula berada di kisaran 26.000 unit, realisasi kini sudah naik menjadi 62.000 unit dan membuat pemerintah kembali mematok target 71.000 unit pada akhir 2026.

Kenaikan tersebut menjadi perhatian Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait karena dinilai menunjukkan bahwa akses terhadap hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin terbuka. Ara menilai dukungan perbankan sangat menentukan agar skema ini tidak berhenti pada angka tertentu, melainkan terus bertambah dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Dukungan bank mulai terlihat hasilnya

Ara menyebut komitmen perbankan yang disampaikan sejak September 2025 kini mulai tampak dalam bentuk realisasi di lapangan. Menurut dia, pembiayaan rumah subsidi tidak lagi berhenti pada janji, sebab angka penyalurannya terus naik secara nyata.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri akad KPR Sejahtera di kawasan Puri Harmoni, Kota Serang, Banten, Selasa (28/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan menjadi sinyal positif bagi program rumah subsidi.

Bagi pemerintah, tren ini penting karena menunjukkan skema pembiayaan hunian terjangkau makin mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Dengan kata lain, program KPR Sejahtera tidak hanya berjalan di atas dokumen kebijakan, tetapi juga bergerak melalui penyaluran yang terus membesar.

Akad digelar di tiga lokasi

Pelaksanaan akad KPR subsidi kali ini dilakukan secara hybrid dari tiga lokasi. Total ada 51 unit rumah yang masuk dalam akad tersebut.

Dari keseluruhan unit itu, 20 unit berada di Serang, sedangkan sisanya tersebar di Cileungsi dan Tangerang. Pola pelaksanaan seperti ini dinilai membantu memperluas jangkauan layanan pembiayaan karena peserta dari sejumlah daerah tetap dapat mengikuti proses akad secara bersamaan tanpa harus terkonsentrasi di satu tempat.

Skema hybrid juga membuat proses layanan lebih fleksibel bagi calon penerima rumah subsidi. Dengan cara ini, pelaksanaan akad dapat menjangkau wilayah yang lebih beragam dan tetap menjaga kelancaran proses pembiayaan.

Dari 26.000 menuju 62.000 unit

Data pemerintah menunjukkan kenaikan yang cukup konsisten dalam penyaluran KPR Sejahtera. Pada September 2025, realisasinya baru mencapai sekitar 26.000 unit, lalu meningkat menjadi 50.000 unit pada Desember 2025, dan sekarang telah menembus 62.000 unit.

Pergerakan angka tersebut membuat pemerintah optimistis target 71.000 unit pada akhir 2026 masih bisa dikejar. Tren kenaikan ini juga memperlihatkan bahwa pasar dan penyaluran pembiayaan rumah subsidi masih menyimpan ruang tumbuh yang besar.

Lonjakan dari satu tahap ke tahap berikutnya dipandang sebagai bukti bahwa program ini mulai mendapat momentum yang lebih kuat. Selama dukungan bank tetap mengalir, laju realisasi dinilai masih memiliki peluang untuk terus bertambah.

Fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah

Ara menegaskan bahwa KPR Sejahtera bukan semata urusan angka pembiayaan. Program ini diposisikan sebagai upaya konkret pemerintah dan perbankan untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Pernyataan itu menempatkan program rumah subsidi sebagai bagian dari strategi yang lebih luas dalam penyediaan hunian. Di tengah kebutuhan rumah yang masih besar bagi kelompok MBR, peningkatan penyaluran pembiayaan menjadi faktor penting agar akses kepemilikan rumah tidak terhambat.

Dengan laju yang terus meningkat dan pelaksanaan yang kian luas, pemerintah berharap semakin banyak keluarga dapat masuk ke skema kepemilikan rumah sesuai kemampuan mereka. Pada saat yang sama, target 71.000 unit pada akhir 2026 tetap menjadi patokan yang ingin dikejar melalui kerja sama pemerintah dan perbankan.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button