Trans Jatim Siapkan Lampu Merah Pintar, Bus Bisa Didahulukan di Persimpangan

Teknologi baru sedang disiapkan untuk membuat perjalanan bus Trans Jatim lebih efisien tanpa harus banyak terhambat lampu merah. Pemprov Jawa Timur tengah mengarah pada penerapan Bus Priority, sistem yang memberi jalur prioritas bagi bus saat mendekati persimpangan.

Skema ini dirancang agar bus tidak selalu berhenti lama di lampu lalu lintas. Dengan begitu, waktu tempuh penumpang diharapkan bisa lebih singkat dan pergerakan transportasi umum menjadi lebih lancar.

Sensor di bus dan lampu lalu lintas

Cara kerja Bus Priority bertumpu pada sensor yang terpasang di bus dan pada traffic light di sepanjang rute perjalanan. Saat bus mendekati simpang, sensor di kendaraan mengirim sinyal ke lampu lalu lintas agar fase lampu bisa menyesuaikan.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono menjelaskan, ketika bus berada sekitar 25 meter dari traffic light dan lampu masih merah, sistem akan mengubahnya menjadi kuning. Lalu, saat bus tinggal sekitar 5 meter dari lampu lalu lintas, lampu akan berubah hijau sehingga bus bisa melintas tanpa harus menunggu lama.

Di simpang yang berlawanan, lampu justru akan dibuat merah. Pengaturan ini dilakukan karena jalur tersebut diprioritaskan untuk transportasi umum.

Uji coba diarahkan ke dua koridor

Penerapan awal Bus Priority direncanakan masuk ke Koridor I Bus Trans Jatim. Rute ini melayani Sidoarjo-Surabaya-Gresik.

Selain itu, Koridor Bus Trans Jatim Malang Raya juga masuk dalam rencana pilot project. Meski begitu, pelaksanaannya masih menunggu dukungan fiskal dalam PAPBD.

Nyono menyebut program itu baru bisa berjalan tahun ini bila anggaran tersedia. Pemprov Jawa Timur juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, kota, dan pemerintah pusat karena tidak semua titik traffic light yang terlibat berada di jalan provinsi.

Dorongan untuk smart bus dan layanan publik

Konsep Bus Priority dipelajari setelah Pemprov Jawa Timur diundang perusahaan swasta China yang bergerak di bidang teknologi Artificial Intelligence untuk transportasi. Teknologi itu dinilai sejalan dengan arah pengembangan smart bus yang sedang didorong di Jawa Timur.

Trans Jatim sendiri terus dikembangkan sebagai transportasi publik berbasis skema Buy The Service atau BTS. Layanan ini disebut terus tumbuh dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Nyono mengatakan Trans Jatim hadir untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mengurangi kemacetan, serta mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau. Saat ini, layanan tersebut telah melayani berbagai koridor strategis di Gerbangkertosusila hingga Malang Raya.

Pengembangan layanan juga didukung integrasi digital, sistem pembayaran non tunai, dan teknologi berbasis AI. Di forum China International ITS Industry Expo 2026 di Xiamen, Pemprov Jawa Timur turut memperkenalkan berbagai inovasi transportasi publik yang sudah dikembangkan di daerah itu.

Tidak hanya bus, ada arah ekspansi lain

Selain Bus Priority, Pemprov Jawa Timur juga memperkenalkan TRADISI atau Transjatim Ekspedisi. Layanan ini merupakan ekspedisi barang berbasis jaringan Transjatim dengan fokus pada pengiriman cepat, aman, dan tarif terjangkau di wilayah Gerbangkertosusila.

Pemerintah provinsi juga melihat peluang investasi yang lebih luas di sektor transportasi darat dan laut. Fokusnya mencakup pengembangan angkutan massal, terminal, sistem transportasi cerdas, serta infrastruktur dan pelayanan pelabuhan untuk mendukung konektivitas logistik, distribusi barang, dan jaringan perdagangan di Jawa Timur.

Source: www.detik.com

Baca Juga

Back to top button