Menjelang Idul Adha, Kota Padang memilih bertahan di jalur pengendalian harga ketat untuk menjaga daya beli warga. Di tengah kenaikan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan naik 30 persen hingga 50 persen sepanjang Mei, pemerintah kota ingin memastikan tekanan pasar tidak berubah menjadi lonjakan biaya kebutuhan pokok.
Penurunan inflasi ke 1,9 persen pada awal Mei menjadi modal penting dalam upaya itu. Sebelumnya, inflasi Padang sempat berada di level 3 persen pada April, sehingga perbaikan ini memberi ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk menahan gejolak harga menjelang hari besar keagamaan.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menilai capaian tersebut lahir dari kerja bersama banyak pihak. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas harga di saat permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Meski inflasi menurun, sejumlah komoditas masih menunjukkan tekanan. Beras Pandan Wangi, beras 42, cabai, dan bawang merah masih tercatat mengalami kenaikan harga di pasar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa kenaikan bawang merah berkaitan dengan pasokan dari luar daerah yang belum stabil. Sementara itu, gula dan minyak goreng mulai lebih tenang setelah operasi pasar digelar secara masif.
Pemerintah Kota Padang kemudian menata pengendalian harga dalam beberapa lapis agar pasokan tetap aman. Pola ini disusun supaya warga tidak menghadapi lonjakan harga mendadak saat kebutuhan menjelang Idul Adha meningkat tajam.
Operasi Pasar Murah juga digelar serentak satu minggu sebelum Idul Adha di Padang Utara, Kuranji, dan Koto Tangah. Di saat yang sama, penyaluran subsidi voucher CSR serta pemantauan harga secara real-time lewat aplikasi SiDindang terus dioptimalkan.
Pengawasan harian di tingkat pasar turut diperketat oleh UPTD Pasar. Pada saat yang sama, penegakan hukum diarahkan kepada spekulan, sementara kepolisian disebut telah membongkar praktik pengoplosan gas LPG untuk menjaga pasokan energi warga.
Di luar pengendalian harga harian, pemerintah daerah juga menyiapkan gudang logistik dan cold storage. Fasilitas itu disiapkan untuk membantu distribusi tetap berjalan ketika cuaca ekstrem atau bencana alam mengganggu arus pasokan.
TPID Padang ikut memantau tantangan distribusi yang sempat terdampak cuaca dan antrean BBM di sejumlah SPBU. Walau begitu, pemerintah daerah masih optimistis tren penurunan inflasi bisa dipertahankan sampai hari raya tiba.
Fizlan menegaskan target utama Pemko Padang adalah menjaga inflasi tetap di angka 1,9 persen atau bahkan di bawah 2 persen selama periode Lebaran Haji. Dengan sinergi antarlembaga yang terus berjalan, pemerintah berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah dan merayakan Idul Adha dengan harga yang lebih stabil.
Source: mediaindonesia.com




