Surat Berharga Jadi Penopang Utama Kekayaan Prabowo, Totalnya Tembus Rp 2,066 Triliun

Laporan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan struktur aset yang sangat didominasi surat berharga. Di dalam laporan yang telah diverifikasi KPK itu, nilai pos tersebut mencapai Rp 1,67 triliun dan menjadi penopang utama total kekayaannya yang tercatat Rp 2,066 triliun.

KPK menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara milik Prabowo dapat diakses publik melalui laman resmi elhkpn.kpk.go.id. Di dalam laporan itu juga tercantum bahwa utang Prabowo nihil, sehingga seluruh nilai aset yang dilaporkan masuk sebagai kekayaan bersih.

Di luar surat berharga, komposisi kekayaan Prabowo masih diisi oleh sejumlah aset lain yang nilainya tidak kalah menarik untuk dicermati. Pos kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 48 miliar, sementara harta bergerak lainnya mencapai Rp 16,46 miliar.

Aset fisik milik Prabowo juga masih cukup besar. Total tanah dan bangunan yang dilaporkan bernilai Rp 323,75 miliar, tersebar di beberapa bidang properti dengan ukuran dan nilai yang berbeda.

Salah satu yang tercatat adalah tanah seluas 48.970 meter persegi di Bogor, Jawa Barat, dengan nilai Rp 10 miliar. Ada pula tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan luas tanah 8.365 meter persegi dan luas bangunan 2.175 meter persegi, yang nilainya mencapai Rp 178,4 miliar.

Selain itu, Prabowo juga melaporkan tanah dan bangunan lain di Bogor. Properti tersebut memiliki luas tanah 10.000 meter persegi dan luas bangunan 800 meter persegi, dengan nilai Rp 4,5 miliar.

Pada bagian kendaraan, laporan itu memuat kepemilikan tujuh mobil dan satu sepeda motor. Total nilai kendaraan tersebut tercatat Rp 1,258 miliar.

KPK menegaskan bahwa keterbukaan pelaporan seperti ini penting sebagai contoh bagi pejabat publik. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menilai pelaporan yang patuh, lengkap, dan benar merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi.

Dengan total kekayaan Rp 2,066 triliun, laporan Prabowo memperlihatkan dominasi aset finansial yang sangat kuat, terutama pada surat berharga. Namun, rincian properti, kendaraan, harta bergerak, dan kas tetap memberi gambaran yang lebih utuh tentang komposisi kekayaannya yang sudah dibuka ke publik.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button