Menjelang Idul Adha, Jawa Timur berada dalam posisi yang nyaman karena pasokan hewan kurban tercatat jauh melebihi kebutuhan. Kondisi ini membuat masyarakat memiliki ruang pilihan yang lebih luas saat mencari sapi, kambing, domba, maupun kerbau untuk ibadah kurban.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan stok sapi mencapai 629.119 ekor, sementara kebutuhan hanya sekitar 70.550 ekor. Untuk kambing, ketersediaannya mencapai 940.693 ekor dari kebutuhan 297.900 ekor, sehingga selisih pasokannya masih sangat besar.
Surplus juga terlihat pada domba. Hewan ini tersedia 484.468 ekor, sedangkan kebutuhan yang tercatat hanya sekitar 58.600 ekor. Kerbau pun masuk dalam daftar hewan yang stoknya aman, dengan jumlah 1.698 ekor, jauh di atas kebutuhan yang hanya sekitar 10 ekor.
Ketersediaan yang melimpah tersebut membuat distribusi hewan kurban di Jawa Timur dinilai masih aman hingga mendekati hari penyembelihan. Pemerintah daerah melihat kondisi ini sebagai penopang penting agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh hewan kurban sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Pengawasan kesehatan hewan diperluas
Stok yang berlebih saja tidak dianggap cukup. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan pengawasan kesehatan hewan secara ketat agar pelaksanaan kurban tetap tertib dan memenuhi ketentuan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kesiapan kurban tidak hanya soal jumlah ternak yang tersedia. Menurut dia, pemerintah daerah juga menggerakkan petugas lapangan, menyiapkan pemeriksaan kesehatan, dan memastikan fasilitas pemotongan siap digunakan.
Untuk mendukung pengawasan, disiagakan 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, dan 1.997 juru sembelih halal bersertifikat. Seluruh petugas itu tersebar di 38 kabupaten/kota untuk menjalankan pemeriksaan ante mortem dan post mortem.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan hewan yang dipotong berada dalam kondisi sehat. Selain itu, proses ini juga menjaga agar daging yang dihasilkan tetap aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat.
Fasilitas penjualan dan pemotongan ikut disiapkan
Jawa Timur juga memiliki jaringan fasilitas yang cukup luas untuk mendukung pergerakan hewan kurban. Pemerintah mencatat ada 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, dan 133 rumah potong hewan ruminansia yang siap dipakai.
Di luar itu, tersedia lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan yang dapat mendukung pelaksanaan kurban di berbagai daerah. Seluruh fasilitas tersebut turut ditopang 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan.
Kehadiran petugas di lapangan membantu menjaga agar aktivitas jual beli hingga penyembelihan berjalan tertib. Pemerintah daerah menempatkan pengawasan ini sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan kurban di tengah tingginya aktivitas menjelang Idul Adha.
PMK dan LSD disebut terkendali
Selain stok dan fasilitas, kondisi kesehatan ternak juga menjadi perhatian utama. Khofifah menyampaikan bahwa penyakit mulut dan kuku atau PMK serta lumpy skin disease atau LSD berhasil dikendalikan secara signifikan.
Pengendalian itu dilakukan melalui vaksinasi dan pengawasan ketat di lapangan. Langkah ini memperkuat kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi lonjakan kebutuhan kurban yang biasanya terjadi menjelang Idul Adha.
Dengan situasi penyakit ternak yang terkendali, pasokan hewan juga dapat dijaga tetap stabil. Hal ini memberi tambahan rasa aman bagi masyarakat yang akan membeli dan menyembelih hewan kurban di berbagai wilayah Jawa Timur.
Kombinasi antara stok yang melimpah, tenaga kesehatan hewan yang siaga, dan fasilitas pemotongan yang tersebar luas membuat persiapan kurban di Jawa Timur berjalan dalam kondisi terkendali. Pemerintah daerah berharap seluruh unsur itu dapat mendukung ibadah kurban agar berlangsung lancar, tertib, dan terlayani dengan baik.
Source: www.jawapos.com




