Pengetatan Aturan Menekan Bisnis ATM Kripto, Bitcoin Depot Hentikan Operasi dan Ajukan Pailit

Beban aturan baru di berbagai negara bagian AS membuat bisnis ATM kripto kehilangan ruang gerak yang selama ini menopang pertumbuhannya. Di tengah tekanan itu, Bitcoin Depot memilih menutup seluruh layanan dan masuk ke perlindungan kebangkrutan Chapter 11.

Perusahaan yang terdaftar di Nasdaq itu mengajukan pailit secara sukarela ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas. Dalam proses tersebut, Bitcoin Depot menyatakan akan menutup operasional dan menjual aset-asetnya.

Aturan makin ketat, model bisnis ikut terjepit

CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menilai perubahan regulasi di tingkat negara bagian sudah menjadi pukulan langsung bagi usaha perusahaan. Ia menyebut ada kewajiban kepatuhan yang semakin berat, batasan transaksi baru, hingga di beberapa yurisdiksi muncul pembatasan bahkan larangan terhadap operasi BTM atau Bitcoin ATM.

Holmes juga mengatakan meningkatnya litigasi dan penegakan aturan ikut memperburuk tekanan yang dihadapi perusahaan. Menurutnya, kombinasi faktor tersebut membuat model bisnis Bitcoin Depot tidak lagi bertahan dalam kondisi yang terbentuk sekarang.

Kinerja keuangan ikut memburuk

Tekanan regulasi datang bersamaan dengan melemahnya kinerja usaha. Dalam laporan kuartal I 2026, pendapatan Bitcoin Depot turun 49% secara tahunan dan perusahaan membukukan kerugian US$9,5 juta setelah sebelumnya mencatat laba US$12,2 juta.

Laba kotor perusahaan juga merosot tajam sebesar 85% menjadi US$45 juta. Penurunan itu memperkuat keputusan manajemen untuk menghentikan operasional dan masuk ke proses kebangkrutan.

Dari ribuan kios ke penutupan bertahap

Setahun sebelumnya, Bitcoin Depot masih mengoperasikan 9.276 kios yang memungkinkan pelanggan menukar uang tunai menjadi Bitcoin di AS, Kanada, dan Australia. Jaringan besar itu kini menyusut seiring keputusan penutupan operasional dan penjualan aset.

Dampaknya tidak hanya terasa di Amerika Serikat. Entitas perusahaan di Kanada ikut dimasukkan ke dalam proses peradilan kebangkrutan di AS, sementara entitas non-AS lainnya akan ditutup bertahap sesuai aturan di masing-masing negara.

Sorotan hukum menambah beban

Selain tekanan bisnis, Bitcoin Depot juga menghadapi gugatan tingkat tinggi dari jaksa agung di Massachusetts dan Iowa. Gugatan itu menuduh perusahaan memfasilitasi penipuan kripto.

Pengawasan terhadap ATM kripto memang meningkat setelah kerugian akibat penipuan mencapai rekor US$389 juta pada tahun lalu. Angka itu naik 58% dibandingkan 2024 dan membuat aparat penegak hukum memberi perhatian lebih besar pada operator di sektor ini.

Dalam situasi seperti itu, biaya kepatuhan dan risiko hukum berubah menjadi beban yang sulit ditanggung. Kejatuhan Bitcoin Depot memperlihatkan bagaimana bisnis ATM kripto yang dulu tumbuh cepat kini terhimpit oleh aturan yang makin keras dan pengawasan yang semakin tajam.

Source: www.cnbcindonesia.com

Baca Juga

Back to top button