Pengawalan Diperketat Di Hormuz, 36 Kapal Bantuan Tetap Diberi Jalan Lewat

Ketegangan di Selat Hormuz kembali membuat jalur pelayaran di kawasan itu berada dalam sorotan ketat. Meski pengawasan diperketat, Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom tetap memberi lampu hijau bagi 36 kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk melintas.

Keputusan itu menunjukkan bahwa jalur sempit tersebut masih dibuka, tetapi tidak dalam kondisi longgar. Di saat yang sama, militer AS terus memantau pergerakan lalu lintas maritim di kawasan itu secara ketat.

Centcom menyampaikan kebijakan itu lewat unggahan di platform X pada Kamis (4/6/2026). Pada hari yang sama, lembaga itu juga mengalihkan 127 kapal komersial dan menghentikan operasional 6 kapal yang dinilai melanggar aturan.

Di tengah pengetatan itu, kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan tetap mendapat izin khusus. Hal ini memperlihatkan bahwa AS masih membedakan antara arus bantuan dan aktivitas pelayaran komersial biasa di tengah situasi yang memanas.

Pengawalan terhadap kapal dagang juga masih berlangsung di kawasan tersebut. The New York Times, mengutip sejumlah pejabat Centcom, melaporkan sekitar 70 kapal dagang telah dikawal saat melintas di Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir hingga Senin (1/6/2026).

Laporan itu menyebut Centcom sempat membantah bahwa pengawalan kapal telah kembali dimulai. Namun, sumber yang dikutip media itu menegaskan pengawalan memang berjalan, meski rincian kapal yang melintas dan rute pelayaran tidak dijelaskan.

Kondisi ini menegaskan bahwa lalu lintas laut di Hormuz masih aktif, tetapi berada di bawah pengawasan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Dalam situasi seperti ini, setiap pergerakan kapal tampak dipantau lebih dekat oleh militer AS.

Ketegangan yang melatarbelakangi langkah itu juga tidak lepas dari hubungan yang kembali memanas di Teluk. Situasi regional ikut terdorong oleh konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, sehingga Selat Hormuz kembali menjadi titik yang sangat sensitif.

Dari sisi Teheran, Iran menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan dilakukan bersama Oman sesuai ketentuan hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara televisi pemerintah Iran, IRIB.

Araghchi menyebut Iran dan Oman memiliki hak untuk mengatur serta mengoordinasikan pengelolaan selat karena keduanya berbatasan langsung dengan perairan itu. Ia juga mengatakan Teheran tetap akan berkonsultasi dan bertukar pandangan dengan negara-negara Teluk, tetapi keputusan akhir mengenai administrasi dan pengelolaan selat berada di tangan Iran dan Oman.

Dengan posisi yang sangat strategis, Selat Hormuz terus memegang peran penting bagi keamanan jalur laut di Teluk. Karena itu, izin bagi kapal bantuan kemanusiaan, pengawalan kapal dagang, dan pengetatan aturan di lapangan kini berjalan beriringan di salah satu titik paling rawan di kawasan tersebut.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button