Panas Mekah Mencapai 44 Derajat, Jemaah Haji Aceh Diminta Hemat Tenaga Jelang Armuzna

Di tengah suhu Mekah yang disebut menembus 44 derajat Celsius, jemaah haji Aceh diminta tidak tergoda untuk terlalu banyak bergerak di luar keperluan utama. Fokus utama saat ini bukan menambah aktivitas, melainkan menjaga tenaga agar tetap tersedia untuk menghadapi rangkaian Armuzna.

Peringatan itu menjadi penting karena fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina menuntut kesiapan fisik yang lebih besar. Jika jemaah memaksakan diri di bawah panas ekstrem, risiko lelah dan kondisi tubuh menurun akan semakin besar.

Utamakan stamina, bukan aktivitas tambahan

Pembimbing Ibadah Haji dari KBIHU Ibnu Mas’ud Provinsi Aceh, Abdullah AR, mengingatkan terutama jemaah lansia dan mereka yang memiliki riwayat kesehatan tertentu agar lebih berhati-hati. Menurut dia, suhu setinggi itu sudah berat bagi siapa pun, apalagi bagi jemaah yang fisiknya sedang tidak prima.

Karena itu, Abdullah menyarankan jemaah menjalankan salat sunah berjemaah di masjid terdekat dari hotel atau di penginapan masing-masing. Langkah itu dinilai lebih aman dan tetap bernilai ibadah tanpa menguras tenaga.

Energi perlu disimpan untuk puncak haji

Abdullah menekankan bahwa rangkaian puncak haji memerlukan kondisi tubuh yang kuat. Ia mengingatkan jemaah agar menyimpan energi untuk wukuf dan ibadah wajib lain yang akan dijalani di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ia juga meminta jemaah yang mengambil Haji Tamattu’ dan sudah menyelesaikan umrah wajib untuk menunda umrah sunah. Penundaan itu disarankan sampai seluruh rukun dan wajib haji selesai ditunaikan.

Ibadah sunah tetap punya waktu setelah Armuzna

Menurut Abdullah, kesempatan memperbanyak ibadah sunah masih terbuka setelah puncak haji berakhir. Saat ini, yang lebih penting adalah menjaga kebugaran supaya seluruh rangkaian bisa dijalani tanpa hambatan dari kondisi tubuh.

Dalam situasi cuaca seperti sekarang, pengaturan aktivitas harian menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kelancaran ibadah. Jemaah Aceh diharapkan bisa menahan diri agar tetap bugar saat memasuki fase yang paling menguras tenaga.

Langkah sederhana menghadapi panas ekstrem

Selain membatasi aktivitas yang tidak perlu, jemaah juga diingatkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari. Perbanyak minum air putih menjadi cara penting untuk mencegah dehidrasi.

Jika tubuh terasa tidak kuat untuk banyak bergerak, ibadah di masjid terdekat atau di hotel bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Dengan begitu, tenaga dapat tetap terjaga untuk kebutuhan ibadah yang lebih utama pada hari-hari mendatang.

Cuaca panas di Mekah membuat jemaah haji Aceh perlu lebih cermat mengatur ritme harian agar tidak jatuh sakit sebelum puncak haji. Dalam kondisi seperti ini, menjaga stamina menjadi bagian penting dari persiapan menuju Armuzna.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button