Pasar pangan kembali memberi sinyal harga yang belum benar-benar tenang. Di antara berbagai kebutuhan pokok yang dipantau, beras dan cabai menjadi komoditas yang paling terasa mendorong kenaikan belanja harian rumah tangga.
Data Bank Indonesia yang dipantau pada pukul 09.55 WIB memperlihatkan pergerakan harga yang campuran. Sebagian bahan pokok masih bertahan atau turun tipis, tetapi beberapa komoditas penting justru naik dan membuat tekanan biaya konsumsi tetap hidup.
Cabai merah jadi pemicu kenaikan harian
Kenaikan paling mencolok datang dari cabai merah besar. Harganya melonjak 5,29% atau Rp2.450 menjadi Rp48.750 per kilogram.
Cabai merah keriting juga ikut menguat 3,43% dan berada di level Rp46.750 per kilogram. Di sisi lain, kelompok cabai rawit justru bergerak turun meski tipis.
Cabai rawit hijau tercatat turun 0,61% menjadi Rp49.000 per kilogram. Cabai rawit merah juga melemah 0,73% ke posisi Rp64.050 per kilogram.
Beras belum bergerak seragam
Pada komoditas beras, kenaikan hanya terjadi di jenis tertentu. Beras kualitas super II naik 0,3% atau Rp50 menjadi Rp16.900 per kilogram.
Beras kualitas bawah tipe I juga naik 0,34% dan berada di harga Rp14.600 per kilogram. Namun, tidak semua jenis beras ikut menanjak karena beberapa kualitas lain masih bertahan.
Beras kualitas medium I tetap di Rp16.100 per kilogram, medium II di Rp15.950, dan super I masih di Rp17.350 per kilogram. Pola ini menunjukkan tekanan harga beras belum menyebar merata di seluruh segmen pasar.
Komoditas dapur lain ikut naik
Selain beras dan cabai, beberapa kebutuhan dapur lain juga mencatat kenaikan. Gula pasir premium naik 0,25% menjadi Rp20.250 per kilogram, sedangkan gula lokal menguat 0,52% ke Rp19.250 per kilogram.
Minyak goreng juga bergerak naik di seluruh jenis yang dipantau. Minyak goreng curah naik 0,99% menjadi Rp20.500 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerek naik 1,07% menjadi Rp23.700 per kilogram, dan kemasan lainnya naik 0,89% ke Rp22.750 per kilogram.
Kenaikan pada kelompok ini membuat pengeluaran dapur bergerak lebih tinggi secara serempak. Saat beras, cabai, gula, dan minyak sama-sama menguat, ruang belanja rumah tangga menjadi semakin sempit.
Protein hewani masih ikut menekan belanja
Di kelompok protein, daging sapi juga tercatat naik. Daging sapi kualitas I menguat 0,24% menjadi Rp148.150 per kilogram, sementara kualitas II naik 0,36% ke Rp140.100 per kilogram.
Pergerakan ini ikut menambah daftar kebutuhan yang belum sepenuhnya stabil. Bagi rumah tangga, kombinasi kenaikan di bahan pokok dan protein biasanya langsung terasa saat menyusun menu harian.
Ada penyeimbang, tetapi masih tipis
Di tengah daftar harga yang banyak bergerak naik, beberapa komoditas justru terkoreksi. Telur ayam ras segar turun 1,24% atau Rp400 menjadi Rp31.950 per kilogram.
Bawang putih ukuran sedang juga turun tipis 0,36% menjadi Rp39.700 per kilogram. Bawang merah ukuran sedang ikut melemah 0,43% ke Rp46.100 per kilogram.
Meski ada penurunan pada sejumlah bahan ini, efek penenangnya belum cukup besar untuk meredakan tekanan dari komoditas yang naik lebih dulu. Kondisi pasar seperti ini membuat akhir pekan rumah tangga tetap berada dalam situasi yang lebih hati-hati saat berbelanja kebutuhan pokok.





