Masuknya Haji Isam Ke PACK Picu Lonjakan Saham, Arah Bisnis Nikel Makin Terbaca

Masuknya Haji Isam ke PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) langsung memberi warna baru pada peta kepemilikan emiten tersebut. Dengan nilai transaksi mencapai Rp 936,65 miliar, langkah ini membuat pasar melihat PACK dengan kacamata yang berbeda, terutama karena perusahaan itu kini berada di jalur bisnis nikel.

Aksi beli besar ini dilakukan terhadap 6,83 miliar saham PACK pada harga Rp 137 per lembar. Dari transaksi itu, Haji Isam resmi menguasai 21,12 persen saham PACK, padahal sebelumnya namanya belum tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan tersebut.

Respons pasar menguat cepat

Pergerakan saham PACK di bursa menunjukkan reaksi yang tidak lama setelah kabar transaksi muncul. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham PACK tercatat menguat 9,86 persen dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi.

Di hari yang sama, saham PACK dibuka di level Rp 282. Setelah sempat naik 28 poin, saham itu ditutup di posisi Rp 312 per lembar.

Lonjakan ini memperlihatkan bahwa pasar menangkap masuknya Haji Isam sebagai sinyal penting. Kehadiran investor besar kerap dibaca sebagai faktor yang dapat memengaruhi persepsi terhadap arah bisnis sebuah emiten.

Struktur kepemilikan ikut berubah

Meski porsi Haji Isam besar, posisi pengendali utama PACK belum bergeser. ECO Energi Perkasa masih memegang kendali dengan 19,97 miliar saham atau 61,71 persen.

Setelah Haji Isam, daftar pemegang saham terbesar diisi Providentia Wealth Management dengan 1,75 miliar saham atau 5,41 persen. Di bawahnya ada DBS Bank dengan 1,26 miliar saham atau 3,91 persen, lalu UOB Kay Hian Private dengan 0,80 miliar saham atau 2,49 persen.

Dua nama lain, Po Susanto dan Haristo, masing-masing memiliki 0,37 miliar saham atau 1,16 persen. Komposisi ini membuat struktur kepemilikan PACK menjadi lebih beragam setelah masuknya investor baru dengan porsi besar.

Dari kemasan digital ke nikel

PACK tidak lahir sebagai emiten pertambangan. Perusahaan ini didirikan pada 8 November 2019 dengan nama PT Solusi Kemasan Digital Tbk dan awalnya bergerak di industri kemasan digital.

Pada fase awal, bisnisnya berfokus pada perdagangan eceran pembungkus plastik dan jasa percetakan umum. Portofolio produknya juga mencakup kantong plastik serta kemasan khusus untuk industri makanan, obat-obatan, dan kosmetik.

Arah perusahaan kemudian berubah total setelah masuknya pengendali baru. Kini PACK memposisikan diri sebagai perusahaan induk yang aktif di sektor pertambangan dan perdagangan nikel.

Sinyal yang dibaca pasar

Kehadiran Haji Isam menambah bobot nama besar di belakang PACK. Di tengah fokus perusahaan pada nikel, transaksi jumbo itu ikut mempertebal perhatian investor terhadap langkah bisnis perseroan.

Minat pasar terhadap nikel juga membuat pergerakan semacam ini semakin disorot. Dalam konteks tersebut, pembelian senilai Rp 936,65 miliar bukan hanya soal perubahan kepemilikan, tetapi juga memberi sinyal baru mengenai keseriusan PACK menekuni sektor nikel.

Baca Juga

Back to top button