Perempuan Kian Diuntungkan Di BGN, Nanik S Deyang Resmi Pimpin Program Gizi Nasional

Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan karena bukan hanya menyangkut arah baru program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga memperlihatkan semakin terbukanya ruang kepemimpinan bagi perempuan di program nasional. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai keputusan itu penting karena posisi strategis dalam kebijakan negara kini semakin memberi tempat pada kompetensi perempuan.

Di saat MBG terus didorong agar manfaatnya lebih luas, kehadiran pemimpin baru di BGN dinilai menjadi langkah yang relevan. Program ini menyentuh kebutuhan dasar anak-anak Indonesia, sehingga arah kepemimpinan di dalamnya ikut menentukan bagaimana negara menjaga kualitas gizi generasi muda.

Perempuan di posisi strategis

Meutya memandang hadirnya Nanik di pucuk pimpinan BGN sebagai sinyal bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk memegang peran penting dalam program nasional. Ia juga menyoroti komposisi kepemimpinan BGN yang ikut diperkuat dengan adanya Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Menurut Meutya, tambahan sosok perempuan di jajaran pimpinan memberi modal yang lebih kuat bagi lembaga tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jabatan publik tetap harus berdiri di atas kompetensi, integritas, dedikasi, dan kemampuan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Tuntutan agar MBG terasa sampai ke keluarga

Bagi Meutya, keberhasilan MBG tidak cukup hanya dilihat dari rapi atau tidaknya pengelolaan program. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana program itu benar-benar memberi dampak pada keluarga Indonesia di berbagai daerah.

Ia menilai MBG harus terus mendorong tumbuh kembang anak agar lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dalam pandangan itu, manfaat program bukan hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga menyentuh jutaan keluarga melalui peningkatan gizi anak, kesehatan keluarga, dan kualitas sumber daya manusia.

Kepemimpinan yang paham tantangan lapangan

Presiden Prabowo disebut memberi perhatian khusus pada percepatan dan penguatan MBG agar manfaatnya semakin luas, cepat, dan merata. Karena itu, kepemimpinan di BGN dinilai perlu selaras dengan tujuan besar tersebut dan mampu menjawab kebutuhan pelaksanaan di lapangan.

Penunjukan Nanik disebut memiliki dasar pada pengalaman, rekam jejak, serta keterlibatan langsung dalam pelaksanaan dan koordinasi MBG sejak awal. Meutya menyebut Presiden membutuhkan figur yang memahami tantangan lapangan dan sanggup membangun koordinasi lintas sektor secara kuat untuk memasuki fase percepatan berikutnya.

Arah kebijakan tetap pada sasaran utama

Pemerintah disebut akan terus memastikan MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Arah kebijakannya tetap sama, yakni memberi manfaat sebesar-besarnya bagi anak-anak Indonesia.

Dengan penguatan pelaksanaan dan kepemimpinan baru di BGN, MBG diharapkan menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Di saat yang sama, kehadiran perempuan di posisi strategis ini juga menegaskan bahwa ruang kepemimpinan dalam program nasional semakin terbuka bagi kontribusi nyata.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button