Memotong kuku kucing sering dianggap pekerjaan kecil, tetapi proses ini punya dampak besar pada kenyamanan hewan peliharaan. Saat kuku dibiarkan terlalu panjang, kucing bisa lebih mudah tersangkut kain, melukai pemilik, atau kesulitan bergerak dengan leluasa.
Risiko lain muncul ketika pemotongan dilakukan tanpa memahami bagian kuku yang aman untuk dipotong. Kuku kucing memiliki pembuluh darah sensitif di dalamnya, sehingga satu potongan yang terlalu dalam bisa memicu rasa sakit, perdarahan, dan membuat kucing enggan menjalani perawatan berikutnya.
1. Mulai dari alat yang memang dibuat untuk kuku kucing
Pemilihan alat menjadi langkah awal yang sangat menentukan hasil potong. Alat pemotong kuku khusus hewan lebih sesuai karena dirancang mengikuti ukuran dan ketebalan kuku kucing.
Gunting biasa memang bisa dipakai dalam keadaan darurat, tetapi hasilnya tidak selalu rata. Kondisi itu membuat kuku lebih berisiko retak atau pecah, sementara alat yang tajam dan tepat membantu potongan lebih bersih serta mempercepat proses.
2. Jangan memotong saat kucing masih gelisah
Waktu yang dipilih juga sangat memengaruhi keamanan proses. Kucing yang aktif bergerak atau gelisah lebih mudah melakukan gerakan mendadak, dan hal itu meningkatkan peluang kuku terpotong terlalu dalam.
Momen yang lebih aman biasanya saat kucing terlihat santai atau mengantuk. Pada kondisi seperti ini, kaki bisa dipegang dengan lembut tanpa tekanan berlebihan agar kucing tetap merasa aman selama perawatan berlangsung.
3. Pahami bagian kuku yang boleh dipotong
Di dalam kuku kucing terdapat bagian berwarna merah muda yang disebut quick, yaitu area pembuluh darah yang tidak boleh terkena potong. Karena itu, memahami letaknya menjadi hal penting sebelum mulai memotong.
Bagian yang aman biasanya hanya ujung kuku yang melengkung dan tampak lebih transparan. Jika masih ragu, potong sedikit demi sedikit agar risiko salah potong bisa ditekan dan kucing tidak kaget oleh tindakan mendadak.
4. Siapkan penanganan bila terjadi luka
Meski dilakukan hati-hati, kesalahan kecil tetap bisa saja terjadi. Karena itu, bubuk penghenti perdarahan atau kain bersih sebaiknya sudah tersedia sebelum proses dimulai.
Jika kuku terlanjur terpotong terlalu dalam, bagian luka perlu ditekan dengan tenang sampai perdarahan berhenti. Sikap panik justru bisa membuat kucing ikut stres, sehingga kesiapan menghadapi kemungkinan luka menjadi bagian penting dari perawatan.
Buat prosesnya singkat dan tidak memaksa
Kucing biasanya lebih mudah menerima perawatan ketika tidak merasa dipaksa. Gerakan yang lembut, suara yang tenang, dan durasi yang singkat dapat membantu menurunkan ketegangan selama kuku dipotong.
Setiap kucing juga bisa menunjukkan respons yang berbeda. Jika terlihat tidak nyaman, proses sebaiknya dihentikan sementara dan dilanjutkan saat kondisinya sudah lebih tenang, supaya perawatan berikutnya tidak memicu trauma.
Source: www.idntimes.com




