Investasi Jateng Tetap Kuat, Soliditas Pengusaha dan Buruh Menjadi Penyangga Utama

Daya tarik investasi Jawa Tengah masih mendapat perhatian besar, dan pelaku usaha melihat faktor penentunya bukan hanya angka, tetapi juga hubungan industrial yang tetap terjaga. Di tengah gejolak global, kekompakan pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah daerah menjadi penyangga agar iklim usaha di provinsi ini tidak mudah goyah.

Realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun. Capaian itu setara 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun, sehingga memberi sinyal bahwa arus modal masih bergerak positif di wilayah tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 juga tercatat 5,89 persen. Angka ini berada di atas rata-rata nasional dan menjadi salah satu penanda bahwa aktivitas usaha di daerah itu masih berjalan dalam suasana yang relatif stabil.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai kondisi itu tidak lepas dari solidnya hubungan antara pengusaha dan serikat pekerja. Ia menyebut chemistry di antara keduanya berperan penting dalam menjaga kondusivitas dunia usaha sekaligus mendukung laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Pandangan itu ia sampaikan saat pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia atau DPP Apindo Jateng periode 2026-2031. Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menekankan bahwa kebersamaan yang sudah terbentuk perlu terus dijaga agar stabilitas yang ada tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin kuat.

Pemerintah provinsi menempatkan iklim usaha yang kondusif sebagai modal penting untuk mempertahankan investasi. Karena itu, stabilitas hubungan antarpelaku usaha diminta tidak berhenti pada kondisi baik yang telah dicapai, melainkan terus diperkuat menghadapi perubahan geopolitik dunia yang masih dinamis.

Dari sisi pelaku usaha, Ketua DPP Apindo Jateng Helmi Tas’an Wartono menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap pengusaha terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah serta serikat buruh agar kegiatan usaha di Jawa Tengah tetap aman.

Helmi menilai Jawa Tengah masih memiliki daya tarik investasi yang besar. Ia menyebut sejumlah faktor pendukung yang memperkuat posisi itu, mulai dari ketersediaan sumber daya manusia unggul, lingkungan yang aman dan kondusif, kawasan industri terintegrasi, kemudahan dan kepastian berusaha, hingga dukungan pemerintah daerah.

Apindo Jateng juga menyatakan siap menjadi mitra strategis untuk menjaga dunia usaha di provinsi tersebut. Bersama serikat pekerja dan pemerintah, organisasi itu ingin memperkuat komunikasi supaya aktivitas usaha tetap berlangsung dengan baik dan tidak mudah terganggu.

Ketua Umum DPN Apindo Shinta W Khamdani turut memberi penekanan pada peran organisasi di daerah itu. Ia meminta Apindo Jateng menjaga amanah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang layak, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Shinta juga menyoroti pentingnya pengawalan isu ketenagakerjaan secara konsisten, termasuk reformasi undang-undang ketenagakerjaan. Selain itu, ia mendorong advokasi atas berbagai isu strategis dunia usaha serta pengembangan potensi ekonomi lokal dan sektor unggulan Jawa Tengah.

Rangkaian sikap itu memperlihatkan bahwa penguatan investasi di Jawa Tengah tidak hanya bergantung pada besarnya modal yang masuk. Hubungan industrial yang stabil, komunikasi yang cair, dan kepastian berusaha tetap menjadi elemen yang dijaga agar provinsi ini tetap kompetitif di tengah tekanan global.

Source: jateng.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button