Pilihan antara MacBook Air M4 dan iPad Pro M5 ternyata tidak sesederhana membandingkan chip yang lebih baru. Bagi banyak pembeli, pertanyaan yang lebih penting justru perangkat mana yang paling cocok untuk cara kerja sehari-hari.
Di titik itu, MacBook Air M4 masih terasa lebih masuk akal untuk mereka yang membutuhkan komputer serbaguna. Sementara iPad Pro M5 memang lebih menarik di sisi layar sentuh, mobilitas, dan penggunaan kreatif yang mengandalkan input langsung.
MacBook Air M4 lebih dekat ke kebutuhan kerja tradisional
MacBook Air M4 menawarkan pengalaman Mac penuh dengan alur kerja desktop yang lebih matang. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus, mengelola file secara bebas, dan membutuhkan multitasking yang kuat.
Dukungan software yang luas menjadi salah satu alasan utamanya. Selain itu, penggunaan penyimpanan lokal, SSD eksternal, atau NAS terasa lebih natural di macOS, termasuk untuk pekerjaan teknis seperti coding, pengembangan aplikasi, dan penggunaan Terminal.
Untuk beban kerja profesional, MacBook Air M4 juga masih kuat. Editing video, rendering 3D, tugas latar belakang berdurasi panjang, penggunaan headphone audio profesional tanpa amplifier eksternal, hingga emulator pihak ketiga untuk bermain game tetap bisa dijalankan dengan baik.
Meski begitu, perangkat ini tetap memiliki batas. Desain tanpa kipas membuat performa berkelanjutan bisa turun saat dipakai sangat berat dalam waktu lama, dan macOS tidak mendukung input sentuh secara penuh.
iPad Pro M5 unggul saat sentuhan dan mobilitas jadi prioritas
Berbeda dari MacBook Air M4, iPad Pro M5 dibangun dengan fokus pada layar sentuh dan penggunaan mobile. Perangkat ini juga dapat berperan sebagai tablet sekaligus pengganti laptop ketika dipasangkan dengan Magic Keyboard.
Kekuatan utamanya terlihat pada alur kerja kreatif. Menggambar, membuat sketsa, seni digital dengan Apple Pencil Pro, mengedit foto, editing video berbasis AI, membaca, mencatat, dan membuat konten saat bepergian menjadi aktivitas yang paling cocok di perangkat ini.
Dari sisi multimedia, iPad Pro M5 juga punya daya tarik yang kuat. Panel Ultra Retina XDR berbasis Tandem OLED dengan ProMotion 10Hz hingga 120Hz memberi pengalaman menonton film dan konten HDR yang lebih unggul dibanding layar Liquid Retina IPS LCD 60Hz pada MacBook Air M4.
Perangkat ini juga membawa beberapa fitur yang dekat dengan kebutuhan kreator modern. Ada dukungan perekaman video 4K ProRes, LiDAR untuk pemindaian dan aplikasi AR, serta fast charging untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Masalah utama iPad bukan chip, melainkan software
Kendala terbesar iPad Pro M5 bukan terletak pada hardware. Hambatannya justru ada pada iPadOS 26, karena sebagian aplikasi desktop profesional belum tersedia atau masih memiliki fungsi yang lebih terbatas dibanding versi Mac.
Manajemen file tingkat sistem dan rendering latar belakang juga masih menjadi batasan. Akibatnya, kekuatan hardware iPad Pro M5 belum selalu bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengguna yang terbiasa dengan alur kerja desktop penuh.
Inilah yang membuat pilihan akhir tidak cukup ditentukan oleh chip terbaru. Performa tinggi memang penting, tetapi sistem operasi dan cara perangkat dipakai sehari-hari sering kali lebih menentukan.
Spesifikasi mirip, arah penggunaan berbeda
Secara dasar, kedua perangkat sama-sama memakai Apple Silicon, unified memory, dan pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, 1TB, serta 2TB. Namun ada perbedaan spesifikasi yang ikut memengaruhi keputusan pembelian.
MacBook Air M4 hadir dengan CPU 10-core, GPU 8-core atau 10-core, serta RAM 16GB, 24GB, atau 32GB. iPad Pro M5 menawarkan CPU 9-core atau 10-core, GPU 10-core, dan RAM 12GB atau 16GB.
Perbedaan port juga jelas. MacBook Air M4 membawa 2x Thunderbolt 4, MagSafe 3, dan jack audio 3,5 mm, sedangkan iPad Pro M5 hanya menyediakan 1x Thunderbolt/USB 4. Sistem biometriknya pun berbeda, dengan Touch ID di MacBook Air M4 dan Face ID di iPad Pro M5.
Untuk pekerjaan harian seperti browsing, email, panggilan video, streaming, dan pembuatan konten ringan, keduanya sama-sama memadai. Namun saat kebutuhan bergeser ke multitasking berat, software profesional, dan pengelolaan file yang lebih bebas, MacBook Air M4 tetap menjadi pilihan yang lebih serbaguna.
Source: tech.sportskeeda.com




