Kendari Disorot Dua Isu Sekaligus, Akhmad Wiyagus Dorong Kebersihan Dan Pangan Terjangkau

Kendari menjadi titik perhatian dua isu yang jarang dibahas dalam satu napas, yaitu kebersihan lingkungan dan ketersediaan pangan murah. Dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, keduanya diposisikan sebagai pekerjaan rumah yang harus dijalankan bersamaan, bukan bergantian.

Di pelataran Kantor Balai Kota Kendari, agenda Gerakan Pangan Murah berjalan bersamaan dengan penegasan pentingnya menjaga stabilitas kebutuhan pokok. Peninjauan itu juga memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah berusaha menjaga pasokan pangan tetap dekat dengan daya beli warga, sambil memberi ruang bagi produk lokal.

Akhmad Wiyagus meninjau sejumlah tenant yang menjual beras SPHP, minyak goreng, telur, dan produk UMKM lokal. Kehadiran tenant tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga harga pangan tidak berdiri sendiri, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Ia menyebut ketahanan pangan sebagai salah satu penopang utama stabilitas ekonomi nasional. Menurut dia, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Dalam kesempatan yang sama, Akhmad Wiyagus mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari yang disebut telah menjalankan Gerakan Pangan Murah hingga 200 kali. Langkah itu dipandang sebagai bagian dari upaya daerah merespons dinamika global dan perubahan iklim yang dapat memengaruhi ketersediaan kebutuhan pokok.

Gerakan kebersihan dan gotong royong

Sebelum meninjau urusan pangan, Akhmad Wiyagus memimpin Apel Gerakan Indonesia ASRI di kawasan Anjungan Teluk Kendari. Gerakan ini merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan membawa semangat Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Dalam arahannya, ia menempatkan pengelolaan sampah terpadu sebagai fokus utama daerah. Ia juga menekankan bahwa budaya gotong royong harus menjadi bagian dari cara kerja pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Akhmad Wiyagus menilai sampah sudah memberi dampak langsung pada kesehatan warga, kenyamanan lingkungan, dan kualitas kawasan perkotaan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak menangani masalah itu secara terpisah.

Menurutnya, penyelesaian yang lebih cepat hanya bisa dicapai jika pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam satu arah. Data nasional tahun 2025 yang menunjukkan sekitar 109 ribu ton sampah per hari belum terkelola optimal memperlihatkan besarnya tantangan yang masih dihadapi daerah.

Ia menegaskan bahwa fokus gerakan ini adalah pengelolaan sampah nasional dan pembangunan budaya gotong royong masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pesan itu menempatkan kebersihan bukan sebagai agenda simbolik, melainkan sebagai kerja bersama yang harus berlanjut dalam keseharian.

Perubahan dimulai dari rumah tangga

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua ikut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku mesti dimulai dari rumah tangga, terutama dalam hal memilah dan mengelola sampah.

Pesan itu sejalan dengan arah Gerakan Indonesia ASRI yang tidak hanya menyasar ruang publik. Program ini juga diarahkan membentuk kebiasaan baru di tingkat keluarga agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari aktivitas harian.

Dengan pendekatan seperti itu, gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Target utamanya adalah mendorong praktik nyata di masyarakat agar kebersihan berubah menjadi kebiasaan, bukan kampanye sesaat.

Bantuan bagi warga terdampak banjir

Di akhir rangkaian kegiatan, Akhmad Wiyagus menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Langkah ini menambah dimensi sosial dari agenda kerja yang ia bawa ke Kendari.

Seluruh kegiatan itu memperlihatkan bahwa pemerintah menempatkan kebersihan lingkungan dan ketahanan pangan dalam satu kerangka kerja yang sama. Di Kendari, dua persoalan yang sering dipandang terpisah justru disorot sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup masyarakat secara langsung.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button