Keberangkatan Haji Jateng Dimulai Dari Solo, Taj Yasin Lepas Kloter Perdana 2026

Keberangkatan haji dari Jawa Tengah mulai bergerak dari dua jalur layanan yang sudah disiapkan, yakni Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta International Airport. Dari total kuota 34.122 jemaah, seluruh rombongan akan diproses lewat kedua titik itu agar arus keberangkatan lebih tertib dan lancar.

Di Embarkasi Solo, sebanyak 81 kloter akan mengangkut 28.772 jemaah dan 321 petugas. Sementara itu, Embarkasi Yogyakarta International Airport melayani 15 kloter dengan total 5.368 jemaah dan 60 petugas pendamping.

Pelepasan kloter pertama dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Donohudan, Kabupaten Boyolali. Kloter perdana SOC 1 berasal dari Kabupaten Tegal dan dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo pada Rabu pukul 01.05 WIB menuju Madinah dengan Garuda Indonesia.

Momen ini menjadi penanda dimulainya pergerakan besar jemaah haji asal Jawa Tengah ke Tanah Suci. Dari total 34.122 jemaah, terdapat 32.138 jemaah reguler, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji atau KBIH.

Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama rangkaian ibadah yang berlangsung cukup panjang. Ia juga meminta jemaah tetap kompak dan mengikuti arahan pembimbing agar seluruh proses berjalan baik.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan patuhi arahan pembimbing haji,” ujar Taj Yasin. Ia juga mengingatkan agar jemaah menjaga perilaku selama berada di Arab Saudi dan tetap mempertahankan citra jemaah Indonesia yang dikenal tertib serta santun.

Persiapan kesehatan menjadi salah satu bekal utama sebelum keberangkatan. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar menyampaikan bahwa seluruh calon jemaah telah menjalani pemeriksaan menyeluruh, baik fisik maupun mental, untuk memastikan kelayakan terbang atau istitha’ah.

Yunita menjelaskan bahwa kondisi jemaah pada kloter pertama dinyatakan aman. Untuk kloter berikutnya, ada beberapa jemaah yang sempat dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan, tetapi keputusan akhir keberangkatan tetap menunggu asesmen dari tim medis.

Menurut Yunita, pemeriksaan kesehatan menjadi kunci agar jemaah berangkat dalam keadaan prima dan bisa menjalankan ibadah dengan baik. Proses ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan serta kelancaran ibadah sejak sebelum rombongan meninggalkan tanah air.

Penyelenggaraan haji tahun ini turut ditopang oleh perbaikan layanan di sejumlah aspek, mulai dari distribusi logistik, administrasi, hingga alur keberangkatan yang dibuat lebih tertata. Embarkasi Solo juga kembali menerapkan layanan Makkah Route untuk mempercepat proses imigrasi sejak dari Indonesia.

Selain itu, kartu Nusuk sebagai identitas jemaah telah dibagikan dan diaktivasi sebelum keberangkatan. Kehadiran kartu tersebut diharapkan membuat layanan pada tahap awal di Tanah Suci berlangsung lebih tertib bagi seluruh jemaah asal Jawa Tengah.

Pelepasan kloter perdana juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab, serta sejumlah pejabat dan tokoh keagamaan. Dengan kesiapan yang sudah dibangun sejak awal, keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah diharapkan berjalan lancar hingga seluruh rombongan tiba dan menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Source: mozaik.inilah.com

Baca Juga

Back to top button