Gemini Spark mulai menambah lapisan baru pada cara Google membayangkan AI di perangkat sehari-hari. Alih-alih hanya menjadi chatbot yang menunggu perintah, Spark diposisikan sebagai agen yang bisa menerima tugas lalu terus bekerja di latar belakang, bahkan saat ponsel atau laptop tidak aktif.
Google kini mulai membuka akses Spark kepada pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat. Fitur ini sebelumnya hanya diberikan kepada penguji tepercaya, lalu diperluas ke pelanggan paket premium yang memang ditujukan untuk pengguna berat layanan AI Google.
Akses masih terbatas pada pelanggan Ultra
Untuk saat ini, Spark tersedia di Android, iOS, dan web. Di web, fiturnya muncul di panel samping bersama tab Chat, sedangkan di aplikasi seluler posisinya berada di antara Search chats dan Daily brief.
Batasan akses masih cukup ketat karena Spark hanya dibuka untuk pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat. Paket tersebut dibanderol mulai $99.99 per bulan, dan Google menempatkannya sebagai salah satu langganan terbaik untuk pengguna yang sangat bergantung pada layanan AI.
Dirancang tetap bekerja saat perangkat tidak dipakai
Salah satu daya tarik utama Spark ada pada cara kerjanya. Google menjelaskan bahwa pengguna bisa memberi tugas, lalu Spark menjalankannya secara mandiri selama 24 jam di latar belakang, termasuk ketika ponsel dan laptop dalam keadaan mati.
Meski begitu, Google menegaskan Spark tetap berada di bawah kendali pengguna. Agen ini harus diaktifkan terlebih dahulu dan dirancang untuk meminta persetujuan sebelum mengambil tindakan besar.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Google tidak hanya mengejar otomatisasi penuh. Perusahaan juga masih menjaga ruang kontrol agar pengguna tetap memegang keputusan penting.
Tiga komponen yang membentuk Spark
Google membangun Spark di atas tiga bagian utama, yaitu Tasks, Skills, dan Schedules. Ketiganya membagi peran Spark ke dalam eksekusi tugas, pengaturan cara kerja yang lebih personal, dan otomatisasi berdasarkan waktu atau kondisi tertentu.
Bagian Tasks memungkinkan Spark terhubung dengan ekosistem Google Workspace. Layanan yang disebut mencakup Gmail, Calendar, Docs, Sheets, dan Slides, sehingga Spark bisa dipakai untuk pekerjaan produktivitas harian.
Salah satu contoh yang diberikan Google adalah memantau lowongan magang desain interior di New Orleans untuk musim panas. Contoh itu memperlihatkan bahwa Spark tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa mengikuti tugas yang harus dipantau terus-menerus.
Personalisasi cara kerja lewat Skills
Komponen Skills memberi pengguna cara untuk menentukan seperti apa Spark harus bertindak dalam pekerjaan yang sering diulang. Fitur ini membantu mengurangi kebutuhan menulis prompt yang sama berulang kali.
Google memberi contoh penggunaan dengan meminta Spark membaca 50 email terakhir yang pernah ditulis, lalu mengubahnya menjadi panduan gaya penulisan email. Panduan itu kemudian bisa dijadikan skill bernama ghostwriter, yang otomatis dipakai saat pengguna meminta Gemini menyusun email.
Dengan model seperti ini, Spark tidak hanya menjalankan perintah umum. Agen itu juga bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan gaya kerja masing-masing pengguna.
Otomatisasi berbasis waktu lewat Schedules
Bagian Schedules dipakai untuk mengaktifkan tugas pada waktu tertentu atau berdasarkan pemicu bersyarat. Fitur ini membuat Spark dapat bekerja tanpa harus selalu menunggu instruksi baru dari pengguna.
Google mencontohkan pemindaian kotak masuk setiap Senin pukul 9 pagi. Setelah itu, Spark bisa membuat rangkuman pembaruan penting, menyusun daftar prioritas mingguan, dan menyiapkan blok waktu fokus di kalender.
Dari sisi penggunaan, skenario ini menunjukkan arah yang cukup jelas. Spark ingin menjadi agen yang ikut mengelola alur kerja, bukan sekadar alat bantu tanya-jawab.
Arah baru untuk Gemini
Kehadiran Spark menandai pergeseran Gemini menuju model AI yang lebih aktif. Jika chatbot biasa menunggu instruksi lalu memberi jawaban, Spark dirancang untuk terus memantau, menindaklanjuti, dan menyelesaikan tugas secara berkelanjutan.
Google juga memberi sinyal bahwa kemampuan Spark masih akan berkembang pada musim panas ini. Salah satu fitur baru yang pernah disebut adalah kemampuan Spark untuk membelanjakan uang pengguna.
Selain itu, Google menyebut Spark akan hadir di aplikasi desktop Gemini pada musim panas. Kehadiran di desktop berpotensi memperluas penggunaan bagi pelanggan Ultra yang bekerja lintas perangkat dan membutuhkan agen AI yang tetap aktif di komputer maupun ponsel.
Source: www.androidpolice.com




