Hipertensi Masih Mendominasi Layanan Kesehatan Batam, ISPA Dan Flu Menyusul Di Tengah Pancaroba

Batam memulai tahun dengan pola penyakit yang menunjukkan beban kesehatan yang berlapis. Di satu sisi, tekanan darah tinggi masih mendominasi kunjungan layanan kesehatan, sementara di sisi lain gangguan pernapasan seperti ISPA dan flu biasa terus menjaga angka kasus tetap tinggi.

Data tiga bulan pertama 2026 memperlihatkan hipertensi belum turun dari posisi teratas di kota ini. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut penyakit itu konsisten berada di urutan pertama, meski jumlah kasusnya menurun setiap bulan.

Pada Januari, kasus hipertensi tercatat 6.490. Angka itu turun menjadi 5.854 pada Februari dan kembali berkurang menjadi 5.255 pada Maret, sehingga total kuartal I mencapai 17.599 kasus.

Tren tersebut menunjukkan bahwa persoalan tekanan darah tinggi masih sangat menonjol di Batam. Didi menilai pola hidup menjadi salah satu faktor besar yang ikut mendorong tingginya penyakit tidak menular di kota industri itu.

ISPA dan flu biasa ikut menekan layanan

Selain hipertensi, gangguan pernapasan juga tidak kalah menonjol. ISPA dan common cold atau flu biasa sama-sama masuk daftar kasus utama yang membebani layanan kesehatan selama periode yang sama.

Jika digabung, dua keluhan pernapasan itu mencapai 7.500 kasus pada Januari, 5.700 kasus pada Februari, dan 4.700 kasus pada Maret. Didi menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut berkaitan erat dengan perubahan cuaca dan musim pancaroba.

Ia juga menyoroti kondisi daya tahan tubuh masyarakat yang naik turun sebagai faktor yang memudahkan penularan. Situasi ini membuat penyakit musiman tetap mudah meningkat ketika lingkungan tidak stabil.

Pencernaan juga ikut menyumbang beban

Di luar hipertensi dan gangguan pernapasan, dispepsia atau gangguan pencernaan juga tercatat tinggi. Dinas Kesehatan Batam menyebut kasusnya berada di atas rata-rata 2.500 per bulan pada periode Januari hingga Maret 2026.

Tingginya keluhan itu dikaitkan dengan pola makan yang tidak teratur. Konsumsi makanan pedas, minum kopi berlebihan, dan stres di lingkungan urban turut dianggap memberi pengaruh pada naiknya kasus.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa beban kesehatan di Batam tidak hanya datang dari infeksi. Kebiasaan sehari-hari yang kurang terjaga juga ikut membentuk pola penyakit yang harus ditangani fasilitas kesehatan.

Pencegahan diarahkan ke kebiasaan dasar

Menghadapi situasi ini, Dinkes Batam terus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Warga juga diminta rutin memeriksa tekanan darah dan gula darah di puskesmas atau layanan kesehatan primer lainnya.

Didi menekankan pentingnya deteksi dini agar kondisi kesehatan tetap terkendali. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, dan rutin berolahraga.

Dengan hipertensi yang masih bertahan di puncak dan ISPA yang tetap tinggi, awal tahun di Batam menunjukkan tantangan kesehatan yang belum ringan. Pemeriksaan berkala dan perbaikan pola hidup menjadi langkah dasar yang terus ditekankan untuk menekan risiko kasus serupa pada periode berikutnya.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button