Penyelidikan atas tragedi di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, terus bergulir setelah rangkaian tabrakan maut itu menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Di tengah proses pemeriksaan, perhatian publik juga tertuju pada taksi listrik Green SM yang disebut menjadi kendaraan pertama yang tertabrak di lokasi kejadian.
Sorotan itu membuat Green SM akhirnya buka suara. Perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
Melalui pernyataan di akun Instagram, Green SM menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur. Perusahaan juga menyebut doa mereka menyertai para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Green SM menegaskan akan tetap hadir dalam situasi sulit ini. Perusahaan mengatakan akan mengambil bagian bersama masyarakat Indonesia dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar dukungan yang diperlukan bisa diberikan.
Di sisi lain, polisi masih mendalami awal mula kecelakaan yang memicu rangkaian insiden tersebut. Dugaan sementara menyebut kereta commuter line menabrak taksi hijau Green SM di perlintasan kereta api Jalan Ampera, sebelum insiden itu berkembang menjadi tabrakan beruntun.
Benturan awal itu membuat kereta commuter line lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Kereta yang tertahan kemudian ditabrak Kereta Argo Bromo Anggrek, sehingga jumlah korban jiwa dan korban luka terus bertambah.
Sorotan publik terhadap Green SM juga dipicu kabar bahwa mobil listrik itu berhenti di tengah rel sebelum tertemper kereta yang melintas. Kondisi itu menjadi salah satu titik penting yang kini ikut diperiksa penyidik.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe menjelaskan adanya masalah teknis pada taksi Green SM. Ia menyebut kecelakaan dipicu korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik itu.
Sandhi juga mengatakan masalah tersebut terjadi tepat di perlintasan rel kereta api di Ampera. Ia menambahkan, palang kereta di lokasi tempat taksi berhenti dibuat secara swadaya oleh masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan penyelidikan masih berjalan. Menurut dia, semua unsur akan diperiksa lewat pemeriksaan saksi, barang bukti, dan olah tempat kejadian perkara.
Penyidik juga akan melihat apakah ada kaitan dengan kelalaian manusia atau kendala sistem. Sejumlah pihak dijadwalkan diperiksa, termasuk masinis KA Argo Bromo Anggrek dan petugas stasiun.
Sopir taksi Green SM berinisial REP juga telah lebih dulu diperiksa. Hingga kini, REP masih dimintai keterangan di Polres Metro Bekasi Kota.
Source: oto.detik.com




