Harga Rp15 jutaan membuat Indomobil E-Motor QT Pro langsung masuk radar calon pembeli motor listrik harian. Bukan hanya karena banderolnya masih terjangkau, model ini juga membawa jarak tempuh klaim hingga 135 km dalam sekali isi daya, serta tampilan bergaya skuter Italia yang cukup menonjol di kelasnya.
Di tengah semakin banyak pilihan kendaraan listrik untuk mobilitas perkotaan, QT Pro mencoba menawarkan kombinasi yang sederhana namun relevan. Motor ini mengarah ke pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis, hemat ruang, dan tetap punya karakter desain yang berbeda dari skuter listrik pada umumnya.
Desain retro yang dibuat tetap modern
Salah satu daya tarik utama QT Pro ada pada tampilannya. Bodinya membulat, lampu depan ditempatkan di area stang, sementara spakbor depan dibuat lebar untuk memperkuat kesan skuter klasik bernuansa Eropa.
Spion bulat dan dek kaki rata ikut membangun karakter santai saat digunakan di jalan perkotaan. Pihak pabrikan menyebut desain tersebut orisinal, meski visualnya memang mengingatkan pada skuter Italia yang populer.
Kesan klasik itu tidak dibiarkan tampil polos. Di bagian depan, QT Pro memakai lampu utama LED proyektor dan DRL, lalu ada lampu sein dengan desain “starburst” yang memberi ciri visual berbeda. Bagian belakang juga dibuat lebih tegas lewat lampu rem besar dengan garis LED yang jelas.
Indomobil turut menambahkan lampu LED di bawah bodi sebagai positioning light. Unsur ini membuat motor terlihat lebih menonjol sekaligus membantu visibilitas saat digunakan.
Baterai ganda untuk jarak tempuh lebih jauh
Di sisi teknis, QT Pro dibekali motor listrik 2 kW yang ditempatkan di roda belakang. Tenaga itu dipasangkan dengan dua baterai masing-masing 1,44 kWh, sehingga total kapasitasnya mencapai 2,88 kWh.
Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuh yang diklaim bisa mencapai 135 km dalam sekali pengisian penuh. Kecepatan maksimumnya berada di angka 70 km/jam, sehingga motor ini lebih cocok untuk kebutuhan harian di dalam kota dan perjalanan jarak pendek hingga menengah.
Jika dibandingkan dengan varian standar, QT Pro memang dibuat lebih siap untuk mobilitas yang lebih jauh. Varian biasa hanya memakai satu baterai 1,44 kWh dengan jarak tempuh hingga 70 km dan kecepatan maksimum 60 km/jam.
Selisih itu memberi pilihan yang lebih jelas bagi konsumen. Varian standar bisa menjadi opsi untuk pengguna yang mengutamakan harga awal, sedangkan QT Pro menawarkan daya jelajah lebih panjang tanpa lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Fitur harian yang dibuat mudah dipantau
Untuk pemakaian sehari-hari, QT Pro membawa sistem kunci semi keyless. Pengaturan ini menggabungkan anak kunci konvensional, remote keyless, dan kartu NFC dalam satu paket yang lebih praktis.
Panel instrumennya sudah memakai layar digital berwarna. Informasi yang tampil mencakup kecepatan, odometer, dan indikator baterai, sehingga pengendara bisa memantau kondisi motor dengan lebih mudah saat berkendara.
Pada varian Pro, indikator baterai ditampilkan terpisah untuk masing-masing baterai. Detail ini membantu pengguna melihat kondisi sumber daya secara lebih akurat, terutama ketika motor dipakai rutin setiap hari.
Dari sisi kepraktisan, dek kaki yang luas menjadi nilai tambah lain. Kompartemen penyimpanan di bagian depan juga ikut memperkuat fungsi harian, terutama untuk membawa barang kecil saat beraktivitas di area perkotaan.
Posisi harga yang jadi pembeda
Daya tarik lain QT Pro datang dari harganya yang masih berada di level belasan juta rupiah. Varian standar dipasarkan mulai Rp15 jutaan, sementara QT Pro berada di kisaran Rp18 jutaan.
Selisih sekitar Rp3 jutaan itu memberi tambahan kapasitas baterai dan jarak tempuh yang lebih panjang. Dalam konteks pasar motor listrik entry-level, banderol tersebut membuat QT Pro cukup menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus masuk ke kelas harga yang lebih tinggi.
Kehadiran model ini di IMX 2026 memperlihatkan arah pengembangan Indomobil E-Motor di pasar motor listrik terjangkau. Dengan gaya skuter Italia, fitur yang praktis, dan klaim jarak tempuh hingga 135 km, QT Pro diposisikan sebagai opsi harian yang menggabungkan tampilan klasik dan kebutuhan mobilitas modern.





