Evakuasi mobil listrik yang mogok tidak bisa disamakan dengan mobil bermesin bensin atau diesel. Cara penanganan yang keliru saat dipindahkan justru dapat membebani motor penggerak dan sistem lain yang ada pada kendaraan.
Karena itu, metode paling aman adalah menggunakan derek flatbed atau truk gendong. Pada cara ini, seluruh mobil terangkat sehingga roda tidak terus bergesekan dengan permukaan jalan selama proses pengiriman.
Kekhawatiran utama pada mobil listrik muncul karena motor penggerak berperan langsung memutar roda. Saat kendaraan dipaksa bergerak dengan metode yang tidak sesuai, komponen penggerak berisiko mengalami kerusakan.
Medcom menjelaskan bahwa derek yang tidak tepat dapat memicu kerusakan berat pada sistem penggerak. Risiko tersebut muncul ketika mobil diderek dengan roda tetap menempel di aspal atau didorong terlalu jauh saat kondisi darurat.
PT Sokonindo Automobile juga menekankan pentingnya penggunaan flatbed. Deputy Head of Customer Service Division PT Sokonindo Automobile, Herry Bertus Windyarto, menyampaikan bahwa mobil listrik sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi agar ditangani mekanik terlatih dengan suku cadang original.
Sebelum mobil dinaikkan ke truk gendong, posisi transmisi perlu diperiksa terlebih dahulu. Pada Seres E1 yang menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor di roda belakang dan transmisi otomatis, langkah awalnya adalah memindahkan transmisi ke Netral.
Setelah itu, mobil boleh dinaikkan ke atas truk gendong. Namun dorongan manual harus sangat dibatasi agar sistem penggerak tetap terlindungi selama proses evakuasi.
Batas dorong yang perlu diingat adalah sekitar 10 meter saat menaikkan kendaraan ke atas flatbed. Jika dorongan dilakukan lebih jauh, beban pada komponen penggerak bisa bertambah dan memperbesar risiko kerusakan.
Sesudah mobil berada di atas truk derek, transmisi wajib dikembalikan ke posisi parking. Seluruh roda juga harus dikunci selama perjalanan menuju bengkel agar kendaraan tetap aman sampai tujuan.
Saat panik, sebagian orang tergoda memakai derek biasa atau mendorong mobil lebih jauh dari yang dibutuhkan. Cara seperti ini tidak disarankan karena karakter teknis mobil listrik berbeda dari kendaraan konvensional.
Penanganan yang keliru bukan hanya berpotensi merusak motor penggerak, tetapi juga bisa mengganggu keselamatan proses evakuasi. Karena itu, flatbed tetap menjadi pilihan paling aman saat mobil listrik mogok di jalan.
Layanan derek darurat kini tersedia melalui sejumlah penyedia jasa, termasuk Garasi.id lewat Towing Express. Layanan ini disebut dapat diakses 24 jam secara realtime melalui WhatsApp maupun situs resmi, sehingga mobil listrik mogok bisa segera dipindahkan dengan prosedur yang tepat.





