Operasi penyelamatan di Kabupaten Bone berlangsung dalam situasi yang sangat sulit ketika genangan masih menutup permukiman dan akses warga terputus di banyak titik. Di tengah proses evakuasi itu, dua warga dilaporkan meninggal dunia, yakni Naima dan Acca, bocah laki-laki berusia 5 tahun.
Air bah yang merendam wilayah Bone mencapai ketinggian hingga 2 meter setelah hujan deras turun sejak Kamis malam. Kondisi ini membuat tim gabungan harus bergerak cepat untuk menjangkau warga yang terjebak di rumah masing-masing.
Enam titik terdampak banjir
Luapan air tercatat merendam sedikitnya enam kawasan dengan ketinggian bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter. Enam lokasi itu meliputi Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, dan Rompe.
Genangan yang terus meninggi membuat sejumlah keluarga sulit keluar dari rumah. Tidak sedikit warga yang memilih bertahan sambil menunggu bantuan karena arus dan air yang masih tinggi.
Tim gabungan langsung dikerahkan
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar melalui Pos SAR Bone menerima laporan warga pada pukul 05.40 Wita. Setelah itu, tim rescue segera diberangkatkan lengkap dengan perlengkapan evakuasi untuk menembus wilayah yang tergenang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Andi Sultan, menyampaikan bahwa tim langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan begitu laporan masuk. Operasi ini melibatkan Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, dan relawan.
Puluhan warga berhasil diselamatkan
Dalam proses penyisiran dan evakuasi, sebanyak 67 orang berhasil dibawa ke tempat yang lebih aman. Seluruh upaya dilakukan saat cuaca belum membaik dan air masih menguasai kawasan permukiman.
Kondisi darurat membuat petugas harus bergerak cepat dari satu titik ke titik lain. Di tengah situasi itu, penyelamatan tidak hanya berfokus pada pemindahan warga, tetapi juga pada penanganan korban yang ditemukan dalam kondisi kritis.
Dua korban jiwa saat evakuasi
Naima ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di atas ranjangnya sendiri saat tim melakukan penyisiran. Andi Sultan mengatakan penyebab kematian korban belum dapat dipastikan, apakah karena tenggelam, sakit, atau kelelahan.
Korban kedua, Acca, tenggelam saat berusaha menyelamatkan diri bersama ayahnya. Tim penyelamat sempat melakukan Resusitasi Jantung Paru di lokasi, tetapi nyawa bocah itu tidak tertolong.
Hujan belum mereda
Hingga laporan itu disampaikan, hujan masih turun di Bone dengan suhu sekitar 19–30 derajat Celsius. Situasi tersebut membuat ancaman banjir susulan tetap perlu diwaspadai di sejumlah area rawan.
Basarnas bersama unsur SAR gabungan menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan. Warga juga diimbau tetap waspada dan segera mencari tempat aman jika debit air kembali naik.
Source: mediaindonesia.com




