Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok dan tekanan biaya hidup rumah tangga, DPW PKS Jawa Barat memilih memulai gerakan yang langsung menyentuh dapur, halaman rumah, hingga sumber energi. Lewat Milad Berdaya, partai ini mendorong ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sebagai kerja yang dimulai dari keluarga.
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan atau Abah Iwan, menilai arah gerakan ini lahir dari situasi global yang tidak pasti dan ikut memberi dampak nyata ke warga daerah. Harga cabai, beras, dan pasokan kebutuhan pokok disebut menjadi bagian dari persoalan yang terasa langsung di rumah tangga.
Ketahanan dimulai dari keluarga
Abah Iwan menegaskan gerakan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremonial. Ia mendorong langkah yang berkelanjutan, berbasis komunitas, dan berangkat dari keluarga sebagai cara paling dasar untuk menghadapi keadaan yang serba tidak menentu.
Pengalaman PKS bersama peternak dan pelaku usaha kecil di Jawa Barat juga ikut membentuk arah Milad Berdaya. Dari peternak kambing hingga usaha ayam petelur, pihaknya melihat ada optimisme dan ketekunan yang bisa menjadi modal bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Karena itu, ia bahkan menyarankan warga memiliki minimal satu pot berisi sayuran di rumah. Langkah sederhana itu dipandang bisa membantu kebutuhan keluarga sekaligus menjadi pintu masuk penguatan ketahanan dari level paling kecil.
Tiga pilar yang digerakkan
Ketua Pelaksana Milad Berdaya sekaligus Ketua Bidang Pertanian, Petani, dan Nelayan DPW PKS Jawa Barat, Budiwanto, menjelaskan bahwa program ini berdiri di atas tiga pilar utama. Pilar tersebut adalah ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi.
Untuk memastikan gerakan berjalan sampai ke tingkat bawah, DPW PKS Jawa Barat menyiapkan 135 Duta Tani. Komposisinya lima orang per DPD, sehingga gerakan tidak berhenti di peluncuran tetapi terus bergerak hingga ranting.
Program Milad Berdaya juga sudah dilengkapi juknis dan surat edaran resmi sebagai panduan pelaksanaan. Di dalamnya terdapat lima langkah utama yang disiapkan untuk menjangkau keluarga kader, komunitas, dan struktur partai.
Dari pekarangan ke kantor partai
Langkah pertama adalah Gerakan Pangan Berbasis Pekarangan, yang mendorong keluarga kader menanam sayuran untuk kebutuhan harian. Skema ini ditempatkan sebagai cara praktis agar rumah tangga punya sumber pangan sederhana dari pekarangan sendiri.
Langkah kedua menyasar ketahanan energi melalui instalasi panel surya di kantor DPW sebagai percontohan. Pada saat yang sama, PKS Jawa Barat juga mengampanyekan hemat energi di rumah tangga agar pesan penghematan tidak berhenti di level organisasi.
Langkah ketiga diarahkan pada ketahanan ekonomi lewat penguatan ekosistem UMKM kader melalui pasar komunitas dan koperasi PKS Jabar. Langkah keempat adalah Boemkraf sebagai wadah ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Adapun langkah kelima berupa peluncuran SAKTI atau Sekolah Kader Patriotik. Program ini disiapkan bagi kader yang akan diterjunkan ke wilayah pesisir dan daerah yang membutuhkan tenaga dakwah serta pemberdayaan.
Masuk ke arah kebijakan daerah
Gerakan Milad Berdaya tidak hanya ditujukan untuk aktivitas komunitas. Fraksi PKS di DPRD Jawa Barat juga akan mendorong agar kerangka ketahanan pangan dan energi ikut dipertimbangkan dalam kebijakan daerah.
DPW PKS Jawa Barat menyiapkan white paper sebagai rekomendasi resmi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dokumen itu diharapkan dapat memperkuat fondasi kebijakan daerah dalam menghadapi tantangan global.
Peluncuran Milad Berdaya dilakukan bertepatan dengan 118 tahun Hari Kebangkitan Nasional dan diberi makna simbolik oleh PKS Jawa Barat. Partai ini ingin menegaskan bahwa ketergantungan bukanlah takdir, dan perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang terorganisir serta berkelanjutan.
Source: mediaindonesia.com




