Kucing sering dianggap hewan rumahan yang tenang, padahal banyak sisi kehidupannya yang menunjukkan ketahanan, naluri, dan sejarah panjang bersama manusia. Dari kebiasaan sehari-hari hingga perannya dalam sejarah, kucing punya jejak yang membuat cara pandang terhadap hewan ini jadi jauh lebih kompleks.
Di rumah, kucing kerap terlihat santai saat tidur, berbaring di dekat pemilik, atau tiba-tiba meloncat ke tempat tinggi. Di balik perilaku yang tampak sederhana itu, ada kemampuan fisik dan naluri yang sudah terbentuk sejak lama untuk membantu mereka bertahan hidup.
Tubuh kecil, tenaga yang besar
Salah satu hal yang paling sering mengejutkan tentang kucing adalah kemampuan lompatnya. Otot kaki yang kuat membuat mereka bisa melompat hingga enam kali tinggi badannya.
Kemampuan itu membantu kucing mencapai cabang pohon, atap, atau perabot yang tinggi. Saat jatuh, mereka juga punya refleks meluruskan tubuh sehingga bisa berputar di udara dan mendarat dengan kaki lebih dulu.
Tidur panjang bukan sekadar kebiasaan malas
Kucing memang dikenal banyak tidur, tetapi pola ini punya fungsi yang jelas. Purina menyebut kucing menghabiskan sekitar 70 persen waktunya untuk tidur, dan sebagian besarnya adalah tidur ringan.
Pola seperti ini membantu mereka menghemat energi untuk waktu aktif. Karena itu, kucing bisa terlihat sangat tenang lalu berubah cepat menjadi waspada saat ada hal yang menarik perhatian.
Jejak panjang dalam sejarah manusia
Hubungan kucing dengan manusia ternyata sudah lama terbentuk, bahkan punya sisi budaya yang kuat. Di Mesir Kuno, kucing pernah dianggap makhluk gaib dan disembah sebagai dewa.
Perlakuan terhadap kucing saat itu sangat serius. Menyakiti kucing dianggap kejahatan, dan hukuman bagi pembunuh kucing disebut bisa sampai kematian, termasuk jika terjadi tanpa sengaja.
Dalam keluarga kaya, ada juga kucing yang dimumikan dan dikubur bersama pemiliknya. Pada abad ke-2 SM, kultus Bastet mencapai puncaknya dan simbol kucing semakin lekat dalam kehidupan masyarakat.
Bukan hanya dihormati, tetapi juga membawa simbol
Selain dipuja, kucing juga dijadikan lambang keberuntungan. Orang-orang pada masa itu mengenakan jimat bergambar kucing untuk melindungi rumah dan membawa keberuntungan saat melahirkan.
Bentuk kucing atau anak kucing juga disebut menjadi hadiah Tahun Baru yang populer. Dari sini terlihat bahwa posisi kucing tidak hanya sebagai hewan peliharaan, tetapi juga sebagai simbol yang dianggap membawa makna baik.
Dari ruang rumah sampai luar angkasa
Kucing juga pernah masuk ke sejarah sains. Pada 1963, Felicette menjadi kucing pertama yang pergi ke luar angkasa dan disebut ikut melambungkan Prancis dalam perlombaan luar angkasa.
Felicette dipilih dari 13 kucing lain untuk menjalani pelatihan penerbangan luar angkasa. Sifatnya yang santai dan kinerjanya yang baik dalam latihan membuatnya terpilih untuk misi tersebut.
Kisahnya kemudian memicu kampanye penghormatan pada 2017 karena banyak pihak menilai ia terlupakan secara tidak adil. Dua tahun kemudian, sebuah patung didirikan di Prancis sebagai bentuk penghormatan.
Kebiasaan kecil yang sering terlihat di rumah
Di luar fakta besar itu, kucing juga punya perilaku harian yang sering ditemui pemiliknya. Saat membawa tikus atau serangga, kucing sedang mengikuti naluri berburu yang juga dipakai induk kucing di alam liar untuk mengajari anaknya makan dan berburu.
Mata kucing yang tampak menyala dalam gelap punya penjelasan ilmiah. Efek itu muncul karena lapisan tapetum lucidum di belakang retina yang memantulkan cahaya dan membantu penglihatan dalam kondisi minim cahaya.
Ada pula kebiasaan kucing duduk di laptop atau keyboard. Mereka cenderung memilih tempat hangat dan permukaan yang sering dipakai pemiliknya karena aroma manusia terasa familiar dan memberi rasa aman.
Kucing juga bisa mengenali nama yang sering dipanggil pemiliknya. Namun, respons itu tetap bergantung pada suasana hati dan seberapa tertarik mereka terhadap situasi saat itu.
Isaac Newton bahkan disebut pernah meminta tukang kayu membuat dua lubang saat bekerja di Universitas Cambridge. Lubang itu ditujukan agar kucing induk dan anak-anaknya bisa keluar masuk tanpa mengganggu pekerjaannya.
Source: www.idntimes.com




