Beli Mobil Listrik Bekas Tak Cukup Lihat Bodi, Cek Dulu SoH Baterainya

Membeli mobil listrik bekas tidak cukup hanya melihat tampilan luar yang masih terawat. Di pasar kendaraan listrik, kondisi baterai justru menjadi penentu utama karena komponen inilah yang paling mahal dan paling berpengaruh terhadap performa mobil.

Bodi yang mulus dan kabin yang rapi memang memberi kesan positif, tetapi itu belum tentu mencerminkan kondisi teknis yang sehat. Karena kapasitas baterai bisa turun seiring pemakaian, pemeriksaan bagian ini sebaiknya menjadi langkah pertama sebelum transaksi dilakukan.

Baterai harus diperiksa lebih dulu

Salah satu acuan yang perlu ditanyakan calon pembeli adalah State of Health atau SoH baterai. Angka di atas 90 persen disebut sangat baik, sementara SoH di bawah 80 persen patut diwaspadai karena dapat memengaruhi performa kendaraan.

Pemeriksaan tidak sebaiknya hanya bergantung pada klaim penjual. Calon pembeli disarankan meminta uji diagnostik di bengkel resmi agar sisa kapasitas baterai bisa diketahui lebih pasti dan harga mobil dapat dinilai lebih sepadan dengan kondisinya.

Langkah ini penting karena baterai merupakan komponen dengan biaya penggantian paling besar. Jika kondisinya sudah menurun, harga jual mobil listrik bekas seharusnya ikut mencerminkan risiko tersebut.

Garansi masih memberi rasa aman

Selain kondisi baterai saat ini, sisa garansi pabrikan juga perlu dicek. Mobil listrik bekas yang usianya belum terlalu tua masih berpeluang memiliki perlindungan garansi baterai yang aktif.

Mayoritas pabrikan di Indonesia disebut memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km. Jika masih ada sisa garansi 4 sampai 5 tahun, nilai transaksi tentu menjadi lebih menarik bagi pembeli.

Namun status garansi tidak boleh diasumsikan otomatis ikut berpindah. Garansi harus masih berlaku dan dapat dipindahtangankan agar perlindungannya tidak berhenti saat mobil berganti pemilik.

Riwayat pengisian daya ikut berpengaruh

Umur pakai baterai tidak hanya ditentukan usia mobil, tetapi juga kebiasaan pemilik sebelumnya. Karena itu, riwayat pengisian daya layak ditelusuri sebelum keputusan membeli dibuat.

Pembeli sebaiknya mengetahui apakah mobil lebih sering diisi dengan slow charging di rumah atau fast charging di SPKLU. Pengisian cepat memang praktis, tetapi panas berlebih dalam proses itu disebut dapat mempercepat degradasi baterai secara perlahan.

Sebaliknya, mobil yang lebih rutin diisi dengan slow charging biasanya memiliki kondisi sel baterai yang lebih stabil. Informasi ini membantu pembeli membaca pola penggunaan kendaraan dengan lebih utuh.

Perangkat lunak dan kondisi fisik tetap jangan diabaikan

Mobil listrik sangat bergantung pada sistem perangkat lunak, sehingga riwayat pembaruan software juga perlu diperiksa. Pembaruan bisa membawa perbaikan pada sistem manajemen baterai, efisiensi konsumsi daya, hingga fitur hiburan di kabin.

Pemeriksaan bisa dilakukan lewat layar infotainment untuk memastikan versi perangkat lunak yang terpasang sudah terbaru. Di saat yang sama, kondisi fisik mobil tetap harus diperhatikan karena bobot mobil listrik yang lebih besar membuat ban dan kaki-kaki bekerja lebih keras.

Keausan ban perlu dicek apakah merata atau tidak, terlebih ban low rolling resistance biasanya memiliki harga yang sedikit lebih mahal. Jika ban sudah aus atau gundul, hal itu bisa menjadi bahan negosiasi harga sebelum deal dilakukan.

Infrastruktur rumah juga perlu siap

Membeli mobil listrik bekas berarti juga menyiapkan pengisian daya di rumah. Pengisian harian akan jauh lebih praktis jika rumah sudah siap menjadi titik pengisian utama.

Daya listrik rumah perlu dipastikan mencukupi. Disebutkan, minimal 2.200 VA dibutuhkan untuk pengisian darurat, sedangkan 5.500 VA ke atas diperlukan jika ingin memasang wallbox charger.

Calon pembeli juga sebaiknya menanyakan apakah portable charger dan instalasi wallbox asli ikut disertakan dalam paket penjualan. Perlengkapan itu dapat menambah nilai transaksi sekaligus mengurangi biaya tambahan setelah mobil dibawa pulang.

Pada akhirnya, mobil listrik bekas tetap bisa menjadi pilihan yang masuk akal selama pemeriksaannya dilakukan dengan disiplin. Membawa teknisi ahli atau melakukan inspeksi di bengkel resmi menjadi cara paling aman untuk memastikan unit yang dipilih benar-benar layak pakai.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button