Bank-Bank Besar Amerika Serikat Mengejar Pengaruh Aturan Stablecoin, Tenggat OCC Kian Dekat

Bank-bank besar Amerika Serikat sedang menimbang posisi mereka ketika masa komentar atas rancangan aturan stablecoin di Office of the Comptroller of the Currency atau OCC mendekati akhir. Bagi industri keuangan, pembahasan ini bukan hanya soal teknis regulasi, melainkan soal siapa yang akan memegang pengaruh terbesar saat stablecoin mulai masuk lebih jauh ke jalur pembayaran resmi.

Fokus pasar kini tertuju pada bagaimana aturan tersebut akan membentuk penerbitan, penyimpanan, dan penggunaan stablecoin di bawah kerangka GENIUS Act. Dengan tenggat komentar pada 1 Mei, ruang gerak para pelaku industri menjadi sempit, sementara keputusan yang lahir dari proses ini berpotensi menentukan arah pembayaran korporasi dalam jangka lebih panjang.

Aturan yang ingin menerjemahkan GENIUS Act

OCC membuka masa komentar selama 60 hari pada 25 Februari lewat rancangan aturan setebal 376 halaman. Dokumen itu dirancang untuk menerjemahkan Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins Act atau GENIUS Act menjadi kewajiban yang lebih rinci bagi penerbit stablecoin.

Isi rancangan tersebut tidak berhenti pada definisi umum. Aturannya mencakup standar cadangan, ketentuan kustodi, ambang modal, hingga kewenangan pengawasan, sehingga regulator mendapat kerangka yang lebih operasional untuk mengatur cara aset dijaga dan risiko dikelola.

Bagi bank dan penerbit, detail itu penting karena kepastian hukum federal selama sekitar 18 bulan terakhir masih terbatas. Dengan adanya rancangan ini, pasar mendapat gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana stablecoin bisa ditempatkan dalam sistem pembayaran yang lebih formal.

Dua jalur lisensi untuk penerbit stablecoin

Proposal OCC menggunakan skema dua tingkat untuk perizinan penerbit stablecoin. Penerbit yang memiliki stablecoin beredar lebih dari $10 miliar akan masuk ke lisensi federal dan berada di bawah pengawasan yang lebih langsung.

Sementara itu, perusahaan yang lebih kecil masih dapat beroperasi melalui rezim negara bagian, selama kerangka tersebut disertifikasi oleh Treasury, Federal Reserve, dan FDIC. Model ini membuat ukuran penerbit menjadi faktor penentu dalam sejauh mana pengawasan diterapkan.

Pembagian itu juga memengaruhi cara stablecoin dipakai oleh korporasi. Dalam rancangan ini, beban kepatuhan ditempatkan pada penerbit, bukan pada operator infrastruktur pembayaran atau pedagang, sehingga hambatan utama berada pada kepastian regulasi, bukan pada penolakan dari sisi merchant.

Minat pasar besar, tetapi penggunaan belum merata

Data EY-Parthenon menunjukkan 13% institusi keuangan dan korporasi global sudah menggunakan stablecoin. Di sisi lain, 54% non-pengguna menyatakan berencana mengadopsinya dalam enam hingga 12 bulan.

Angka tersebut memperlihatkan adanya jarak antara minat dan implementasi. Walau ketertarikan meningkat, penggunaan nyata masih tertahan oleh pertanyaan hukum dan operasional yang belum sepenuhnya selesai.

Investor Abhinav Kumar menilai kebutuhan akan dasar hukum yang jelas masih menjadi penghambat utama. Menurut dia, kerangka OCC akan mengubah banyak pertanyaan yang sebelumnya hanya bertumpu pada opini penasihat hukum perusahaan menjadi standar yang lebih formal.

Kumar juga melihat perusahaan yang lebih cepat menyiapkan layanan untuk permintaan seperti ini dapat meraih keunggulan struktural. Karena itu, kepastian aturan bisa menjadi pembeda penting dalam persaingan stablecoin untuk pembayaran korporasi.

Bank besar ikut mendorong prosesnya

Asosiasi Perbankan Amerika atau American Bankers Association meminta regulator menambah waktu 60 hari untuk meninjau proposal tersebut. Permintaan ini memberi sinyal bahwa proses penerbitan aturan final bisa berlangsung lebih lama, meski masa komentar resmi berakhir pada 1 Mei.

Perhatian pasar juga mengarah pada dinamika kepemimpinan Federal Reserve. Fed bersama Treasury dan FDIC berperan dalam sertifikasi rezim stablecoin tingkat negara bagian, sehingga arah kebijakan di lembaga-lembaga itu ikut memengaruhi bagaimana aturan dijalankan.

Kombinasi tenggat OCC, tekanan dari industri perbankan, dan peran lembaga federal lain membuat empat hari terakhir masa komentar menjadi momen penting. Di titik ini, bank-bank besar AS berusaha membaca arah kebijakan lebih cepat sebelum kerangka GENIUS Act bergerak dari rancangan menuju penerapan yang lebih konkret.

Baca Juga

Back to top button