Banjir yang merendam sedikitnya 11 titik di Kota Kendari membuat perhatian tertuju pada wilayah-wilayah yang paling cepat terdampak, terutama kawasan Kali Wanggu dan sejumlah ruas jalan utama. Genangan tidak hanya masuk ke permukiman warga, tetapi juga menyentuh kawasan perkantoran, jalan raya, hingga area persawahan.
Data sementara BPBD Kota Kendari menunjukkan sebaran air meluas ke beberapa kecamatan, dengan titik terbanyak berada di Wuawua, Baruga, dan Kambu. Petugas masih disiagakan di lapangan untuk memantau perubahan debit air sekaligus membantu warga yang terdampak.
Sebaran titik banjir meluas
Di Kecamatan Wuawua, banjir terpantau di Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya. Sementara itu, di Kecamatan Baruga genangan muncul di kawasan Kali Wanggu, perumahan warga, dan Jalan Raya Kelurahan Lepo-lepo.
Titik lain juga masuk dalam pemantauan BPBD, yaitu Kelurahan Anduonuhu, Kelurahan Mokoau, Jalan Bangau di Kelurahan Kambu, Jalan Mangkerey di Kelurahan Kambu, serta Jalan Veteran di Kelurahan Wowanggu. Di kawasan Nanga-nanga, air turut mengganggu area persawahan.
Sebaran tersebut menunjukkan bahwa hujan deras tidak hanya memukul satu lingkungan padat penduduk, tetapi menyebar ke sejumlah kawasan dengan fungsi yang berbeda. Kondisi itu membuat respons di lapangan harus menjangkau banyak titik sekaligus.
Kali Wanggu jadi sorotan utama
Dari seluruh lokasi yang terdampak, Kali Wanggu menjadi salah satu area yang paling diperhatikan karena luapan air merendam rumah-rumah warga. Dalam keterangan foto yang menyertai laporan, dampak di Kelurahan Lepo-lepo disebut memengaruhi sekitar 685 jiwa.
Situasi di kawasan itu membuat petugas tetap berjaga untuk mengawasi potensi kenaikan air susulan. BPBD dan instansi terkait juga terus memantau wilayah rawan agar langkah cepat bisa dilakukan bila kondisi memburuk.
Pemkot minta maaf dan dorong koordinasi
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak banjir. Ia menyebut penanganan belum berjalan maksimal karena persoalan banjir membutuhkan langkah yang terintegrasi.
“kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir,” kata Siska.
Pemerintah kota kini memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Pusat. Siska menegaskan banjir di Kendari tidak bisa diselesaikan dengan langkah parsial, sehingga perlu kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
Warga diminta tetap waspada
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan data banjir yang masuk masih bersifat sementara. Ia menegaskan pemantauan tetap berlangsung karena sebaran genangan cukup banyak dan tersebar di titik-titik berbeda.
Warga di bantaran Kali Wanggu dan wilayah lain yang berpotensi terdampak diminta tetap siaga menghadapi hujan susulan. Tambahan hujan dapat kembali menaikkan debit air dan memperluas genangan di lokasi yang sebelumnya sudah terendam.
Hingga kini, petugas masih berada di lapangan untuk mengawasi perkembangan kondisi dan memastikan bantuan dapat diberikan bila situasi berubah. Dengan sebaran banjir yang meluas, perhatian utama pemerintah daerah masih tertuju pada titik-titik yang paling rentan terhadap kenaikan air berikutnya.
Source: mediaindonesia.com




