Banyak pemburu oleh-oleh dari Semarang mencari lunpia yang tidak hanya gurih, tetapi juga punya kulit renyah dan isian rebung yang masih terasa segar. Daya tarik inilah yang membuat lunpia tetap bertahan sebagai camilan khas yang mudah diterima berbagai selera, baik untuk disantap langsung maupun dibawa pulang.
Di kota ini, pilihan lunpia hadir dalam berbagai karakter. Ada yang mempertahankan resep turun-temurun, ada pula yang menawarkan nuansa lebih modern dengan cita rasa rebung yang lebih ringan, sehingga pembeli bisa menyesuaikan pilihan dengan selera masing-masing.
Pilihan yang paling sering diburu wisatawan
Beberapa nama lunpia di Semarang sudah lama dikenal sebagai tujuan utama wisatawan. Lunpia Cik Me Me termasuk di dalamnya, karena produk ini sering masuk daftar buruan pembeli yang mencari kudapan gurih berbahan dasar rebung.
Lunpia Mbak Lien juga memiliki popularitas yang kuat di kalangan pencinta lunpia. Keduanya sama-sama menonjolkan kombinasi rebung, ayam, dan udang, lalu mengandalkan kulit renyah saat digoreng sebagai nilai lebih yang membuatnya nyaman dibawa pulang.
Jejak rasa dari yang legendaris hingga yang praktis
Salah satu nama paling ikonik adalah Lunpia Gang Lombok yang berlokasi di Jalan Gang Lombok No. 11, kawasan Pecinan. Tempat ini dikenal menjaga resep turun-temurun, dengan rebung yang diolah agar aroma khasnya tetap ada tetapi tidak terlalu menyengat, lalu dipadukan dengan ayam dan udang.
Pembeli di Lunpia Gang Lombok dapat memilih lunpia goreng yang renyah atau lunpia basah yang lebih lembut. Harga yang ditawarkan berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per buah, membuatnya tetap menjadi pilihan yang sering dicari saat wisata kuliner di Semarang.
Di sisi lain, Lunpia Express hadir untuk pembeli yang membutuhkan opsi praktis. Nama ini memberi kesan layanan yang cepat, tetapi karakter utamanya tetap sama, yakni rebung segar dan kulit yang renyah saat digigit.
Nuansa modern dengan rasa yang lebih ringan
Bagi yang mencari lunpia dengan sentuhan lebih baru, Lunpia Mataram menawarkan suasana yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya. Tempat ini banyak menarik perhatian anak muda karena kenyamanan tempatnya, sekaligus karena isian rebung yang aromanya lebih halus dibanding lunpia tradisional pada umumnya.
Pilihan dengan karakter serupa juga tampak pada Lunpia Delight. Sajian ini menonjolkan cita rasa yang familiar dan mudah diterima banyak kalangan, dengan rebung sebagai elemen utama dan kulit yang dibuat renyah di bagian luar serta gurih di bagian dalam.
Karakter rasa yang lebih ringan seperti ini penting bagi pembeli yang ingin menikmati lunpia tanpa dominasi aroma rebung yang terlalu kuat. Karena itu, lunpia bergaya modern tetap punya ruang tersendiri di tengah kuatnya citra lunpia klasik Semarang.
Rasa gurih yang aman untuk buah tangan
Nama lain yang juga kerap dipilih adalah Lunpia Duta Rasa. Lunpia ini menawarkan rasa gurih khas Semarang yang tetap terjaga, dengan perpaduan rebung, ayam, dan udang yang membuatnya terasa aman dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarga.
Lunpia Jang Kebo melengkapi daftar rekomendasi dengan karakter yang hampir sejalan, yaitu rebung segar, rasa gurih yang seimbang, dan kulit renyah ketika digoreng. Dua elemen yang paling sering diperhatikan pembeli memang tetap sama: kualitas rebung dan tekstur kulitnya.
Delapan lunpia tersebut memperlihatkan bahwa Semarang punya pilihan yang cukup luas untuk pemburu kuliner khas. Dari nama legendaris seperti Lunpia Gang Lombok hingga opsi yang lebih modern seperti Lunpia Mataram dan Lunpia Express, lunpia tetap bertahan sebagai oleh-oleh yang kuat identitasnya.
Source: www.jawapos.com




