Perubahan besar sedang terjadi di tubuh Windows, tetapi sorotan kali ini tidak hanya tertuju pada arah teknologinya. Di saat Microsoft makin serius membawa sistem operasinya ke era yang lebih agentic, Yusuf Mehdi juga bersiap menutup bab panjangnya setelah 35 tahun bekerja di perusahaan itu.
Perpaduan dua kabar tersebut memperlihatkan bahwa strategi AI Microsoft sedang bergerak pada dua jalur sekaligus. Di satu sisi, Windows didorong menjadi platform yang lebih proaktif untuk agen AI, sementara di sisi lain struktur kepemimpinan yang membidani arah itu juga ikut berubah.
Microsoft memang tidak lagi memandang Windows sekadar sebagai sistem operasi untuk menjalankan aplikasi. Perusahaan ingin menjadikannya lingkungan yang bisa menampung agen AI dengan cara yang lebih terstruktur dan aman, tanpa mengurangi kendali pengguna atas data dan fitur yang dipakai.
Salah satu gambaran awal dari arah itu adalah hadirnya agentic workspace bawaan di Windows. Ruang ini dirancang untuk menampung agen AI dalam sesi aman mereka sendiri, dan pengguna tetap bisa menentukan kapan data dibagikan atau memilih mematikan fitur tersebut.
Arah baru Windows tidak muncul mendadak
Langkah tersebut sudah disiapkan dari internal perusahaan sejak akhir tahun lalu. Saat itu, Pavan Davuluri yang memimpin Windows dan Surface melakukan reorganisasi besar dengan menyatukan kembali tim engineering dan tim fitur inti Windows ke dalam organisasi Windows.
Perombakan ini menjadi tanda bahwa Microsoft ingin mengubah Windows dari sistem operasi tradisional menjadi platform yang lebih aktif dalam mendukung kerja AI. Pendekatannya bukan hanya menambah fitur baru, tetapi membangun ulang fondasi agar agen AI bisa bekerja di dalam sistem dengan lebih rapi.
Dorongan itu juga sejalan dengan visi yang lebih luas di ekosistem Microsoft. Mehdi, yang saat ini memimpin pemasaran produk AI dan Copilot, disebut akan pindah ke peran baru yang fokus mereimajinasi Windows untuk era agentic sebelum akhirnya meninggalkan perusahaan.
Dalam memo internal, Mehdi mengatakan dirinya mulai menyiapkan “petualangan berikutnya”. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan tetap bekerja hingga tahun fiskal berikutnya untuk membantu visi One Copilot, pengembangan Microsoft 365, dan transformasi Windows.
Namun, perubahan ini tidak berjalan mulus
Dorongan besar Microsoft ke arah AI di Windows tidak langsung diterima hangat oleh semua pengguna. Peralihan menuju agentic OS memicu reaksi balik dari sebagian pengguna, termasuk komentar singkat seperti “Stop this non-sense” dan “No one wants this.”
Setelah gelombang kritik itu, Microsoft memberi penjelasan yang lebih rinci mengenai masa depan AI native di Windows. Perusahaan juga kemudian menarik kembali sebagian dorongan besar AI di Windows 11 sebagai bagian dari upaya memperbaiki sentimen pengguna terhadap sistem operasi tersebut.
Salah satu penyesuaian strategi itu terlihat lewat proyek Windows K2. Inisiatif ini dibuat untuk menjawab titik masalah utama di Windows 11 berdasarkan masukan pelanggan, termasuk mengurangi kemunculan Copilot dan integrasi AI lain di seluruh sistem operasi dan aplikasi seperti Notepad.
Copilot ikut mengalami penataan ulang
Perubahan di Windows juga berlangsung bersamaan dengan restrukturisasi besar di kubu Copilot. Pada Maret, Microsoft menempatkan Jacob Andreou, mantan eksekutif Snap, sebagai pemimpin pengalaman Copilot untuk konsumen dan komersial dengan jabatan executive vice president, dan ia melapor ke Satya Nadella.
Dalam restrukturisasi yang sama, Ryan Roslansky, Perry Clarke, dan Charles Lamanna juga mendapat peran untuk memimpin aplikasi Microsoft 365 dan platform Copilot. Susunan ini menunjukkan bahwa Microsoft tidak hanya mengubah wajah fitur AI, tetapi juga menyusun ulang kepemimpinan di balik produk-produk utamanya.
Bagi Mehdi, fase transisi ini datang setelah perjalanan panjang di industri teknologi. Dalam memo internalnya, ia menyebut pernah menyaksikan pertumbuhan Windows, awal internet, search, gaming, devices, hingga pergeseran platform yang menurutnya paling dalam sejauh ini, yakni AI.
Ia juga menegaskan bahwa fokusnya adalah memastikan tim dan misi yang ia tinggalkan tetap kuat. Mehdi mengatakan dirinya akan tetap fully engaged selama masa transisi dan ingin meninggalkan organisasi dalam kondisi lebih baik daripada saat ia menerimanya.
Di titik ini, Microsoft tampak berada dalam fase penentuan arah yang penting. Windows terus diarahkan menjadi sistem yang lebih agentic, tetapi perusahaan juga harus menjaga keseimbangan dengan kenyamanan dan sentimen pengguna Windows 11.





