Di tengah pasar laptop AI yang makin ramai, fokus justru mengarah ke dua nama yang belum lama ini jarang disandingkan dengan Windows on Arm: Nvidia N1X dan N1. Bocoran spesifikasi keduanya memberi sinyal bahwa persaingan di platform ini tidak lagi hanya soal efisiensi, tetapi juga soal seberapa jauh performa bisa didorong.
Sorotan paling besar ada pada N1X, yang diposisikan sebagai varian kelas atas. Konfigurasi yang beredar menunjukkan bahwa Nvidia tampaknya tidak masuk dengan pendekatan setengah hati, melainkan langsung menyiapkan chip yang cocok untuk laptop premium dan perangkat kerja yang menuntut tenaga besar.
N1X dibentuk untuk mengejar performa tinggi
N1X disebut hadir dalam dua varian utama. Opsi pertama membawa CPU 20-core dengan susunan 10+10 dan 6.144 CUDA core, sedangkan varian lain menggunakan CPU 18-core dengan susunan 9+9 dan 5.120 CUDA core.
Kedua konfigurasi itu berada pada rentang daya 45W hingga 80W. Angka tersebut memberi petunjuk jelas bahwa N1X bukan dirancang terutama untuk laptop ultrahemat, melainkan untuk kelas perangkat yang mengejar performa lebih agresif.
N1 disiapkan sebagai opsi yang lebih seimbang
Di sisi lain, Nvidia juga disebut menyiapkan N1 sebagai lini yang lebih efisien dan lebih terjangkau. Bocoran menyebut ada dua konfigurasi, yaitu 12-core dengan susunan 8+4 dan 10-core dengan susunan 7+3.
Untuk grafis, N1 dikabarkan hadir dengan 2.560 CUDA core pada satu model dan 2.048 CUDA core pada model lainnya. Keduanya masuk dalam profil daya 18W hingga 45W, sehingga lebih cocok untuk laptop tipis dan perangkat yang mengutamakan efisiensi.
Strategi dua jalur untuk pasar Windows on Arm
Pembagian N1X dan N1 menunjukkan arah yang cukup tegas. Nvidia tampaknya ingin memegang dua ujung pasar sekaligus, yakni performa puncak lewat N1X dan efisiensi yang lebih luas lewat N1.
Pendekatan itu penting karena Windows on Arm selama ini masih sangat bertumpu pada Qualcomm. Jika Nvidia benar-benar masuk dengan dua kelas produk yang berbeda, pilihan perangkat Arm di Windows berpotensi menjadi lebih beragam daripada yang selama ini terlihat.
Dampaknya bukan hanya soal spesifikasi
Masuknya Nvidia ke ranah Windows on Arm juga punya arti yang lebih besar dari sekadar daftar spesifikasi. Perusahaan ini membawa kekuatan di komputasi dan grafis, dua sisi yang sangat menentukan untuk laptop AI dan perangkat portabel kelas premium.
Di saat Microsoft makin serius mendorong Windows on Arm, kehadiran Nvidia bisa memberi dorongan tambahan bagi platform tersebut. Apalagi, dukungan dari Microsoft, Nvidia, dan Arm sudah lebih dulu memunculkan spekulasi bahwa arah pengembangan platform ini memang sedang bergerak ke fase baru.
Menunggu pengumuman resmi
Menurut laporan VideoCardz, detail resmi Nvidia disebut akan diumumkan pada 1 Juni. Sampai saat itu tiba, bocoran N1 dan N1X masih menjadi bahan utama untuk membaca strategi yang sedang disiapkan Nvidia.
Walau informasinya terlihat cukup lengkap, statusnya tetap belum resmi. Detail akhir mengenai posisi produk, perangkat pertama yang akan memakainya, dan kemampuan penuh platform tersebut masih harus menunggu pengumuman Nvidia, dengan Computex 2026 menjadi panggung yang paling dinanti untuk menjawabnya.
Jika rincian yang beredar ini benar, N1X berpeluang menjadi salah satu chip paling menarik di Windows on Arm karena menggabungkan CPU hingga 20-core dengan 6.144 CUDA core. Sementara itu, N1 menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya mengejar sorotan di kelas atas, tetapi juga menyiapkan fondasi yang lebih luas untuk mendorong adopsi Windows on Arm di lebih banyak jenis perangkat.
Source: www.xda-developers.com




