Warga Jateng Selatan Diminta Siaga, Hujan Lebat Masih Mengancam Hingga 26 April

Wilayah Jawa Tengah bagian selatan masih perlu memantau perkembangan cuaca dengan lebih serius karena hujan lebat diprakirakan bertahan hingga 26 April. Kondisi ini membuat sejumlah daerah berada dalam status waspada, terutama daerah yang selama beberapa hari ke depan masuk jalur potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.

Peringatan dari BMKG disampaikan Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap. Ia menegaskan bahwa cuaca basah yang masih aktif pada periode musim hujan dapat memicu bencana hidrometeorologi, sehingga masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Daerah yang paling awal berpotensi terdampak

Pada 23 April, hujan lebat diprakirakan turun di sejumlah wilayah Jateng selatan. Di Kabupaten Cilacap bagian barat, daerah yang perlu dicermati meliputi Dayeuhluhur, Kedungreja, Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Majenang, Wanareja, Cipari, Patimuan, Bantarsari, dan Kampung Laut.

Pada hari yang sama, ancaman serupa juga mengarah ke Kabupaten Banyumas, khususnya Sumbang, Baturraden, dan Kedungbanteng. BMKG turut menyebut beberapa kecamatan di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara yang juga berpotensi mengalami hujan lebat.

Periode 24 hingga 26 April bergeser ke wilayah lain

Memasuki 24 sampai 26 April, fokus peringatan bergeser ke bagian tengah dan timur Kabupaten Cilacap. Sejumlah kecamatan di wilayah ini masuk daftar yang perlu waspada karena masih berpeluang diguyur hujan lebat.

Wilayah tersebut meliputi Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, Kroya, Maos, Jeruklegi, Sampang, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara. Dalam periode yang sama, sebagian Kabupaten Banyumas juga masih berada dalam pantauan BMKG, terutama Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak.

Kebumen juga masuk pantauan

Selain Cilacap dan Banyumas, BMKG mencatat sebagian Kabupaten Kebumen juga memiliki peluang mengalami hujan lebat. Kecamatan Ayah dan Rowokele menjadi wilayah yang perlu memperhatikan perkembangan cuaca selama masa peringatan dini berlangsung.

Dengan begitu, peringatan BMKG tidak hanya terpusat pada satu kabupaten, melainkan menyebar ke beberapa wilayah di Jateng selatan yang memiliki karakter cuaca berbeda pada rentang waktu yang sama. Pola ini menunjukkan bahwa perubahan kondisi atmosfer masih cukup dinamis dan dapat memindahkan titik hujan lebat dari satu area ke area lain.

Daftar wilayah yang disebut BMKG

Untuk memudahkan pemantauan, wilayah yang masuk peringatan dini BMKG adalah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Cilacap bagian barat: Dayeuhluhur, Kedungreja, Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Majenang, Wanareja, Cipari, Patimuan, Bantarsari, Kampung Laut.
  2. Kabupaten Banyumas: Sumbang, Baturraden, Kedungbanteng, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak.
  3. Kabupaten Purbalingga: beberapa kecamatan yang disebut berpotensi terdampak.
  4. Kabupaten Banjarnegara: beberapa kecamatan yang disebut berpotensi terdampak.
  5. Kabupaten Cilacap bagian tengah dan timur: Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, Kroya, Maos, Jeruklegi, Sampang, Cilacap Tengah, Cilacap Utara.
  6. Kabupaten Kebumen: Ayah, Rowokele.

Imbauan agar tidak lengah

BMKG meminta warga di daerah rawan untuk tetap mengikuti pembaruan informasi resmi agar bisa merespons perubahan cuaca lebih cepat. Peringatan dini ini merujuk pada surat nomor e.B/KL.00.02/011/KBB2/IV/2026 tertanggal 20 April 2026 dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II.

Dalam kondisi musim hujan yang masih aktif, hujan lebat berpotensi memicu genangan, banjir, dan gangguan lingkungan lain di wilayah yang rentan. Karena itu, masyarakat di Jateng selatan diminta tetap siaga selama periode peringatan masih berlaku.

Source: www.jpnn.com

Baca Juga

Back to top button