Sevilla membawa pulang kemenangan yang terasa sangat penting setelah tertinggal dua gol lebih dulu di kandang Villarreal. Dalam laga yang berakhir 3-2 di Estadio de la Cerámica, mereka bukan hanya membalikkan keadaan, tetapi juga menghentikan laju tandang buruk yang sebelumnya membayangi.
Hasil ini punya dampak besar bagi Sevilla karena datang saat mereka berupaya menjauh dari zona degradasi. Di sisi lain, Villarreal harus menerima kenyataan bahwa rekor enam kemenangan kandang beruntun di bawah asuhan Marcelino akhirnya terhenti.
Villarreal tampil agresif sejak awal dan langsung memanfaatkan celah di lini belakang Sevilla. Georges Mikautadze lebih dulu memberi bola kepada Gerard Moreno, yang melewati dua bek sebelum menempatkan bola ke pojok bawah gawang pada menit ke-13.
Belum sempat Sevilla berbenah, tekanan tuan rumah kembali menghasilkan gol. Empat menit kemudian, Nicolas Pepe mengirim umpan terobosan kepada Alberto Moleiro, lalu bola diteruskan ke tiang jauh untuk diselesaikan Mikautadze menjadi gol kedua Villarreal.
Tertinggal dua gol tidak membuat Sevilla panik. Mereka mulai lebih rapi saat membangun serangan dan perlahan menemukan ruang di tengah, sampai momentum berubah pada menit ke-36.
Lucien Agoume melepaskan umpan diagonal yang diterima Oso, lalu Oso melewati hadangan lawan sebelum mencetak gol indah. Gol itu menghidupkan kembali permainan Sevilla dan mengubah arah pertandingan.
Balasan cepat sebelum jeda
Tekanan Sevilla belum berhenti di situ. Memasuki masa injury time babak pertama, Ruben Vargas memotong operan Cesar Azpilicueta dan mengirim umpan tarik yang disambar Kike Salas dengan tendangan setengah voli.
Gol itu membuat skor imbang 2-2 saat turun minum dan memberi Sevilla dorongan besar. Dari posisi yang tampak sulit, mereka justru masuk ruang ganti dengan kepercayaan diri yang kembali terangkat.
Babak kedua berjalan lebih seimbang, tetapi Sevilla terlihat lebih berbahaya ketika menyerang. Villarreal masih sempat mengancam lewat tendangan rendah Alberto Moleiro, namun Odysseas Vlachodimos tampil sigap menjaga gawang tim tamu tetap aman.
Gol penentu dari serangan balik
Saat laga menyisakan 18 menit, Sevilla menemukan celah yang mereka tunggu. Alexis Sanchez, yang baru masuk, memutus aliran bola lawan dan memulai serangan balik yang dilanjutkan Juanlu Sanchez serta Djibril Sow kepada Akor Adams.
Adams lalu melepaskan tembakan keras ke tiang dekat dan membuat Arnau Tenas tak sempat bereaksi. Gol itu bukan hanya mengubah skor menjadi 3-2, tetapi juga menempatkan Sevilla dalam posisi yang jauh lebih nyaman di fase krusial pertandingan.
Villarreal kemudian menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun Sevilla bertahan dengan disiplin dan berusaha menutup area berbahaya saat tekanan tuan rumah semakin rapat.
Momen paling menentukan datang ketika Jose Angel Carmona menghalau sundulan Pau Navarro tepat di garis gawang. Aksi itu memastikan Sevilla mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir, sekaligus mengamankan kemenangan yang sangat bernilai dalam perjuangan mereka.
Bagi Villarreal, kekalahan ini terasa semakin pahit karena terjadi di kandang sendiri dan memutus rentetan hasil positif yang sudah dibangun sebelumnya. Sevilla pulang dengan tiga poin, sementara laga lima gol ini menegaskan betapa detail kecil dan efisiensi depan gawang bisa menentukan hasil akhir.
Source: mediaindonesia.com