Julian Alvarez kembali menjadi nama yang memanaskan bursa transfer, dan Arsenal disebut punya ruang gerak yang lebih terbuka dibanding Barcelona. Situasi ini muncul karena Atletico Madrid dikabarkan siap menanggapi pendekatan resmi dari klub mana pun yang serius, sementara sang striker juga disebut berpeluang meninggalkan ibu kota Spanyol pada musim panas ini.
Bagi Arsenal, minat pada Alvarez bukan sekadar soal menambah satu penyerang baru. Klub London utara itu ingin memperkuat kedalaman lini depan agar tetap kompetitif di banyak ajang dan punya daya ledak yang lebih stabil sepanjang musim.
Arsenal melihat celah yang menarik
Nama Alvarez sebenarnya bukan target asing bagi Arsenal. Klub tersebut disebut sudah memantau situasinya sejak musim panas lalu, saat mereka akhirnya mendatangkan Viktor Gyokeres untuk menambah opsi di sektor striker.
Kini, peluang itu kembali terbuka karena situasi di Atletico Madrid mulai mendapat perhatian. Alvarez baru dua tahun meninggalkan Manchester City dengan nilai sekitar £81 juta, dan kondisi tersebut membuat kemungkinan kembali ke Liga Primer terasa masuk akal.
Arsenal juga memiliki keuntungan lain dari sisi internal klub. Andrea Berta, yang kini menjabat sebagai direktur olahraga Arsenal, pernah menangani transfer Alvarez ketika masih bekerja di Atletico Madrid.
Peran Andrea Berta ikut jadi sorotan
Kehadiran Berta memberi bobot tambahan pada spekulasi ini. Ia bergabung dengan Arsenal pada Mei 2025 setelah menjalani masa kerja panjang di Atletico Madrid, sehingga paham betul dinamika klub Spanyol tersebut.
Sebelumnya, Berta juga punya pengalaman di Parma dan Genoa. Namanya lalu semakin kuat di bawah Diego Simeone ketika Atletico meraih gelar La Liga dan trofi Liga Europa.
Kondisi itu membuat langkah Arsenal terlihat lebih terarah jika mereka benar-benar ingin bergerak. Pemahaman Berta terhadap situasi Alvarez dapat membantu klub London utara itu membaca peluang yang tersedia.
Kebutuhan Arsenal di lini depan
Arsenal memandang penyerang kelas atas sebagai kebutuhan penting untuk menghadapi tuntutan musim yang panjang. Mereka harus menjaga kualitas skuad agar tetap kuat saat bersaing di empat ajang sekaligus.
Karena itu, pemain dengan catatan gol stabil seperti Alvarez langsung masuk kategori yang menarik. Arsenal ingin memastikan mereka tidak hanya punya satu solusi di depan, tetapi juga kedalaman yang memadai untuk menjaga konsistensi performa.
Langkah mengejar Alvarez juga menunjukkan bahwa Arsenal masih mencari peningkatan nyata di sektor serang. Itu menjadi sinyal bahwa ambisi mereka belum berhenti pada satu perekrutan besar saja.
Rekam jejak Alvarez membuat minat tetap tinggi
Alvarez datang ke Eropa dengan reputasi besar setelah diboyong dari River Plate saat berusia 22 tahun. Ia sempat dipinjamkan ke klub Argentina itu sebelum menjalani dua musim di Liga Primer bersama Manchester City.
Selama membela City, Alvarez tampil lebih dari 100 kali di semua ajang. Ia mencetak 36 gol, termasuk 20 gol di Liga Primer, dan ikut menjadi bagian dari skuad Pep Guardiola yang meraih treble pada musim 2022-23.
Produktivitasnya tidak menurun setelah pindah ke Spanyol. Dalam dua musim bersama Atletico Madrid, Alvarez mencetak 49 gol dalam 106 pertandingan di semua kompetisi.
Catatan itu membuatnya tetap dianggap sebagai penyerang utama yang andal. Statusnya makin kuat karena ia juga sudah punya pengalaman penting bersama timnas Argentina.
Barcelona ikut membayangi, tetapi Atletico tidak mudah melepas
Di tengah ketertarikan Arsenal, Barcelona juga disebut berada dalam persaingan untuk mendapatkan Alvarez. Namun, Atletico dikabarkan ingin menolak tawaran Barcelona dengan segala cara.
Situasi tersebut memberi ruang bagi klub lain untuk mengambil langkah lebih cepat. Arsenal kemudian terlihat sebagai pihak yang punya celah lebih besar, apalagi Alvarez sudah memahami kerasnya Liga Primer dan punya bukti kontribusi di level tertinggi.
Satu lagi yang memperkuat nilainya adalah perannya di timnas Argentina. Alvarez mencetak tiga gol dalam perjalanan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, sehingga profilnya sebagai penyerang elite semakin sulit diabaikan.
Source: www.suara.com