Iran Tinggalkan Azmoun Jelang Piala Dunia 2026, Foto Salaman Berujung Konsekuensi

Keputusan Iran mencoret Sardar Azmoun dari daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 langsung menjadi sorotan karena nama itu selama ini hampir selalu hadir dalam pembicaraan soal ketajaman Team Meli. Di saat tim lain biasanya mengandalkan pemain paling produktif untuk tampil di panggung besar, Iran justru memilih melangkah tanpa penyerang yang sudah mengoleksi 57 gol dari 91 penampilan.

Langkah itu tidak lepas dari situasi di luar lapangan yang menyeret Azmoun ke pusat kontroversi. Beberapa pekan sebelum Piala Dunia 2026, ia mengunggah foto salaman dengan Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, lalu menyebutnya sebagai “salah satu pemikiran tersukses di dunia”.

Unggahan tersebut memicu reaksi keras dari publik Iran di tengah tensi geopolitik yang sedang memanas di Timur Tengah. Respons itu ikut menguat karena hubungan Iran dan Uni Emirat Arab terdampak eskalasi konflik regional setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pangkalan udara AS di UEA.

Meski foto itu sudah dihapus, keputusan tim nasional tidak berubah. Pelatih Iran Amir Ghalenoei sudah mencoret Azmoun dari skuad sejak Maret lalu, sehingga absennya sang penyerang sebenarnya bukan kejutan baru di internal tim.

Bagi Iran, kehilangan Azmoun tetap terasa besar karena ia bukan nama biasa. Eks pemain AS Roma itu sudah membela tim nasional sejak kelompok umur U-17 dan lama dikenal sebagai salah satu tumpuan utama di lini depan.

Peran besar itu membuat pencoretannya terasa kontras dengan rekam jejak yang ia miliki. Dalam 91 penampilan bersama Team Meli, Azmoun mencetak 57 gol dan selama ini identik sebagai mesin gol tim nasional Iran.

Di Piala Dunia 2026, ban kapten Iran akan jatuh ke tangan Mehdi Taremi, eks pemain Inter Milan. Pergeseran ini menegaskan perubahan penting dalam komposisi tim saat mereka harus menatap turnamen besar tanpa salah satu pemain paling dikenal dalam sejarah sepak bola Iran.

Walau tanpa Azmoun, Iran tetap membawa banyak nama berpengalaman. Di posisi penjaga gawang, ada Alireza Beiranvand, Hossein Hosseini, dan Payam Niazmand.

Lini belakang juga diisi pemain yang akrab di level internasional. Daftarnya mencakup Danial Eiri, Ehsan Hajsafi, Saleh Hardani, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Milad Mohammadi, Ali Nemati, dan Ramin Rezaeian.

Kekuatan Iran di tengah lapangan belum banyak berubah. Mereka tetap mengandalkan Rouzbeh Cheshmi, Saeid Ezatolahi, Mehdi Ghayedi, Saman Ghoddos, Mohammad Ghorbani, Alireza Jahanbakhsh, Mohammad Mohebi, Amir Mohammad Razzaghinia, Mehdi Torabi, dan Aria Yousefi.

Untuk sektor depan, Iran masih memiliki Ali Alipour, Dennis Dargahi, Amirhossein Hosseinzadeh, Mehdi Taremi, dan Shahriar Moghanlou. Namun, absennya Azmoun membuat skuad itu kehilangan salah satu wajah paling familiar sekaligus simbol ketajaman mereka di panggung internasional.

Situasi ini menunjukkan bahwa faktor non-teknis dapat berdampak langsung pada kekuatan sebuah tim besar. Iran kini memasuki Piala Dunia 2026 dengan skuad berpengalaman, tetapi tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi andalan utama di lini serang.

Source: bola.bisnis.com
Exit mobile version