Vespa GTV 310 Lebih Mahal, Tapi Aura Premium-Nya Masih Sulit Ditandingi Italjet Dragster 400

Di atas kertas, Vespa GTV 310 justru tampil lebih mahal dibanding Italjet Dragster 400, meski banyak orang mungkin mengira skutik futuristis seperti Dragster akan memegang label harga tertinggi. Angkanya menunjukkan arah yang menarik, karena Dragster 400 dibanderol 7.800 USD atau sekitar Rp 139,2 jutaan, sementara GTV 310 berada di 8.699 USD atau setara Rp 155,3 jutaan.

Selisih itu sekaligus memperlihatkan bahwa nilai sebuah skutik premium tidak selalu ditentukan oleh kapasitas mesin atau kesan agresif semata. Pada kasus ini, Vespa menang dalam aura premium dan citra lifestyle, sedangkan Italjet menawarkan keunikan desain dan pendekatan berkendara yang jauh lebih ekstrem.

Dua karakter dari Italia

Kedua model ini sama-sama lahir dari Italia, tetapi arahnya berbeda sejak awal. Italjet Dragster 400 bermain di wilayah radikal dan futuristis, sedangkan Vespa GTV 310 mempertahankan bahasa desain klasik yang lebih mudah diterima banyak pengendara.

Perbedaan itu tidak hanya terlihat dari bentuk bodi. Cara keduanya dibangun juga mencerminkan filosofi yang berbeda, karena Dragster mengejar sensasi performa tinggi, sementara GTV menonjolkan kenyamanan, gaya hidup, dan citra premium.

Dragster 400: liar, tajam, dan sangat fokus pada performa

Italjet Dragster 400 mengusung mesin 1 silinder 400cc pendingin cairan dengan tenaga 41,5 hp pada 7.500 rpm dan torsi 41,2 Nm pada 6.000 rpm. Angka tersebut membuatnya terasa jauh lebih buas dibanding skutik premium biasa.

Desainnya pun mendukung karakter itu. Rangka trellis terbuka, bodywork minimalis, sistem steering hub-center, dan suspensi depan independen khas Italjet membentuk paket yang terasa seperti perpaduan maxi scooter dan naked bike kecil.

Karakter berkendaranya ikut dibuat agresif. Posisi riding dan setelan suspensi memberi sensasi yang sporty saat diajak menikung, tetapi sisi keras itu membuatnya kurang ramah untuk penggunaan santai dan harian yang mencari kenyamanan.

GTV 310: klasik, halus, dan lebih mudah diajak hidup sehari-hari

Vespa GTV 310 memilih jalan yang berbeda dengan mesin HPE 1 silinder 310cc pendingin cairan. Output-nya berada di 25 hp pada 6.500 rpm dengan torsi 28,9 Nm pada 5.250 rpm, sehingga secara tenaga memang jauh di bawah Dragster 400.

Meski begitu, karakter mesinnya halus dan lebih cocok untuk cruising santai. Vespa juga menjaga identitas klasiknya lewat headlamp di atas front fender, bodi monocoque baja, dan detail retro premium yang menjadi ciri khas kuat.

Posisi duduknya dibuat lebih bersahabat. Jok lebar dan ergonomi rileks membuat GTV 310 terasa nyaman untuk penggunaan harian, sementara handling-nya stabil dan mudah dikendalikan.

Teknologi modern hadir dengan cara yang berbeda

Keduanya sama-sama membawa fitur modern, tetapi pendekatannya tidak serupa. Dragster 400 tampil dengan TFT display, full LED lighting, keyless system, ABS, TCS, dan knalpot Akrapovic ganda, sehingga nuansa modernnya tetap sejalan dengan kesan performa tinggi.

GTV 310 juga tidak tertinggal dalam urusan fitur. Skutik ini membawa keyless system, TFT display, konektivitas smartphone, full LED lighting, ASR traction control, dan ABS, namun semua itu disisipkan tanpa mengganggu identitas klasiknya.

Mana yang lebih menarik? Tergantung kebutuhan dan selera

Dragster 400 jelas lebih cocok untuk pembeli yang mengincar tampilan paling unik dan rasa berkendara yang agresif. Motor ini menawarkan eksklusivitas desain dan teknologi yang tidak biasa, tetapi posisinya sebagai skutik niche juga membuat biaya kepemilikan dan perawatannya berpotensi lebih tinggi.

GTV 310 lebih pas untuk pengendara yang mengutamakan skutik premium bergaya klasik dengan kenyamanan yang lebih bersahabat. Di sisi lain, Vespa juga punya jaringan global dan nilai jual kembali yang kuat, sehingga daya tariknya tidak berhenti pada tampilan saja.

Source: ridertua.com

Baca Juga

Back to top button