Ucapan kasar Dan Thomas tentang Mikel Arteta kini justru menjadi beban bagi dirinya sendiri. Presenter ESPN itu akhirnya menarik ucapannya setelah komentar yang ia lontarkan saat menyoroti aksi Arteta di pinggir lapangan memicu reaksi keras dari publik.
Polemik ini bermula dari pembahasan soal perilaku Arteta dalam laga semifinal Liga Champions. Thomas menyoroti bagaimana pelatih Arsenal itu bergerak aktif di area teknis Emirates Stadium, termasuk saat mengejar bola yang keluar lapangan dan dinilai mengganggu pemain Atletico Madrid yang hendak melakukan lemparan ke dalam.
Komentar yang ia pilih kemudian langsung memicu kecaman. Dalam siaran tersebut, Thomas sempat melontarkan pertanyaan yang dianggap melampaui batas, yakni, “Pada tahap mana, sebagai pelatih lawan, Anda ingin memukul Arteta di wajah? Seberapa besar hal itu membuat Anda kesal?”
Pilihan kata itu dinilai terlalu keras untuk ukuran seorang penyiar olahraga. Banyak pihak menilai komentar tersebut tidak pantas diucapkan dalam siaran publik, terlebih karena ditujukan kepada sosok pelatih yang sedang menjadi sorotan besar di pertandingan penting.
Di studio, Craig Burley sempat mencoba memberi sudut pandang berbeda. Ia menyebut gaya kepemimpinan Arteta tidak jauh berbeda dengan Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, dan menilai keduanya sama-sama memiliki sisi yang ekstrem.
Thomas kemudian tetap bertahan pada penilaiannya saat menanggapi perbandingan itu. Ia bahkan mengatakan intensitas Arteta pada laga tersebut lebih mirip Simeone daripada Simeone sendiri, terutama karena pergerakannya di akhir pertandingan dianggap bisa membuat lawan frustrasi.
Namun, tekanan publik terus mengalir setelah siaran itu beredar luas. Thomas akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka dan mengakui bahwa ucapannya terdengar sangat buruk, terutama untuk seorang penyiar yang seharusnya menjaga bahasa serta profesionalisme.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah memikirkan kembali komentar tersebut sepanjang hari. Menurut Thomas, ucapannya tidak dimaksudkan terdengar sekeras itu, dan ia mengakui seharusnya bisa menyampaikan kritik dengan cara yang lebih baik.
Dalam klarifikasinya, Thomas menegaskan bahwa ia menyesal telah mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Ia menyebut akan lebih berhati-hati saat berbicara ketika bertugas memandu acara di masa mendatang.
Reaksi terhadap komentarnya meluas, terutama dari pendukung Arsenal yang menilai ucapan itu konyol dan tidak layak diulang. Kasus ini kembali menunjukkan betapa cepatnya komentar spontan di siaran langsung berubah menjadi kontroversi besar ketika bahasa yang dipakai melewati batas.





