Ubed Hampir Menang, Indonesia Tersingkir Bersih Dari Malaysia Masters 2026

Langkah Indonesia di Malaysia Masters 2026 berakhir tanpa satu pun wakil yang tersisa di sektor tunggal putra. Pukulan terakhir datang dari Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed, yang sempat berada di posisi sangat dekat dengan kemenangan sebelum akhirnya kalah dari Christo Popov.

Hasil itu membuat Merah Putih tertahan di perempat final turnamen Super 500 yang berlangsung di Unifi Arena, Kuala Lumpur. Setelah deretan duel ketat, Indonesia harus menutup rangkaian pertandingan dengan kabar pahit karena tidak ada lagi wakil yang bisa melanjutkan perjuangan ke fase berikutnya.

Ubed hampir mengubah situasi

Pertarungan Ubed melawan tunggal putra Prancis itu berjalan rapat sejak awal. Pada gim pertama, Ubed sempat memimpin 14-10 setelah interval dan bahkan lebih dulu mencapai poin kritis saat unggul 20-19.

Keunggulan tersebut belum cukup untuk menuntaskan laga. Popov mampu mengejar, memaksa setting, lalu merebut gim pembuka dengan skor 23-21.

Pola yang berulang di gim kedua

Masuk ke gim kedua, Ubed kembali tampil baik pada awal permainan. Ia sempat unggul 9-4 dan masih berada di depan 11-10 saat interval.

Namun, momentum kembali bergeser setelah Popov meraih empat poin beruntun. Setelah itu, wakil Prancis menjaga kendali pertandingan dan mengunci kemenangan 21-19.

Duel selama 52 menit itu memperlihatkan betapa tipisnya jarak kedua pemain. Ubed beberapa kali berada di posisi menguntungkan, tetapi momen penentu justru berpihak kepada Popov.

Indonesia kehilangan seluruh wakil

Kekalahan Ubed datang setelah Jonatan Christie lebih dulu tersingkir pada Jumat (22/5/2026) pagi WIB. Jonatan kalah dari wakil China, Hu Zhe An, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-14, 13-21, dan 16-21.

Rangkaian hasil itu menutup peluang Indonesia menambah catatan di Malaysia Masters 2026. Sejak hari itu, tidak ada lagi wakil Merah Putih yang tersisa di turnamen tersebut.

Meski berakhir dengan kekalahan, Ubed menunjukkan perlawanan yang cukup ketat melawan unggulan ketiga. Ia sempat memegang kendali di dua gim, tetapi gagal menjaga ritme saat poin-poin penting mulai menentukan arah pertandingan.

Exit mobile version