Turun 3,55 Persen, Kinerja Jatim Tekan Pengangguran Diakui Pemerintah Pusat

Angka pengangguran di Jawa Timur kembali menjadi sorotan setelah provinsi ini dinilai paling berhasil menekan tingkat pengangguran terbuka di kawasan Jawa-Bali. Pencapaian tersebut membuat Pemprov Jawa Timur menerima insentif fiskal Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pembangunan yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Penghargaan itu diterima dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel. Dalam kesempatan tersebut, Jawa Timur meraih Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bagi pemerintah daerah, pengakuan ini menjadi penegasan bahwa kebijakan ketenagakerjaan yang dijalankan sepanjang ini mulai menunjukkan hasil yang terukur.

Khofifah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Jawa Timur bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi banyak unsur yang bergerak bersama.

Menurut Khofifah, penurunan pengangguran tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri. Ketiganya disebut saling melengkapi dalam mendorong penciptaan kerja dan menguatkan pembangunan ekonomi daerah.

Tren penurunan yang terus terbaca

Data Badan Pusat Statistik Jawa Timur menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Februari 2026 berada di angka 3,55 persen. Angka itu turun dibanding Februari 2025 yang tercatat 3,61 persen.

Selisihnya memang tidak besar, tetapi tren seperti ini kerap menjadi penanda bahwa kebijakan yang dijalankan mulai memberi dampak. Dalam penilaian kinerja ketenagakerjaan daerah, arah penurunan yang konsisten sering lebih penting daripada sekadar lonjakan sesaat.

Bagi Jawa Timur, angka tersebut ikut memperkuat posisi provinsi ini di tengah persaingan antarwilayah dalam menciptakan lapangan kerja. Capaian itu juga menunjukkan bahwa upaya pembangunan ekonomi tidak berhenti pada target administratif, tetapi mulai terlihat pada indikator yang paling dekat dengan kebutuhan warga.

Apresiasi dari pusat dan arti bagi daerah

Insentif fiskal Rp3 miliar yang diterima Pemprov Jawa Timur memberi nilai tambah pada penghargaan ini. Dukungan tersebut memperlihatkan adanya pengakuan dari pemerintah pusat atas hasil pembangunan yang dinilai memberi manfaat nyata.

Sorotan terhadap Jawa Timur tidak hanya muncul karena penghargaan yang diterima, tetapi juga karena capaian itu terkait langsung dengan isu pengangguran. Di banyak daerah, pengendalian pengangguran masih menjadi tantangan utama, sehingga penurunan TPT di Jawa Timur dipandang menonjol.

Kinerja tersebut juga memperlihatkan bahwa strategi pembangunan di Jawa Timur berjalan melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan industri. Pola kolaborasi ini menjadi fondasi yang disebut Khofifah penting untuk menjaga arah perbaikan tetap berlanjut.

Dengan penghargaan Terbaik I di kategori penurunan tingkat pengangguran terbuka, Jawa Timur menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai salah satu ukuran keberhasilan pembangunan daerah. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi lintas sektor masih menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif di provinsi tersebut.

Source: radarsurabaya.jawapos.com
Exit mobile version