Trans Jatim Siapkan Koridor Baru Kepanjen–Hamid Rusdi, Angkot dan MPU Tetap Masuk Skema

Rencana memperluas layanan BTS Trans Jatim di Malang Raya mulai mengerucut ke jalur Kepanjen–Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang. Dishub Jatim menempatkan rute ini sebagai prioritas koridor baru berikutnya karena dinilai punya potensi penumpang yang besar.

Sorotan utama ada pada tingginya mobilitas warga Kabupaten Malang menuju kawasan perkotaan. Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, menyebut segmen Kepanjen menuju Terminal Hamid Rusdi ramai oleh aktivitas harian masyarakat, sehingga layak masuk pengembangan angkutan massal berbasis Buy The Service.

Bagi pemerintah provinsi, arah pengembangan ini bukan sekadar menambah lintasan baru. Dishub Jatim melihat layanan tersebut bisa menjawab kebutuhan perjalanan warga yang bergerak dari permukiman ke pusat aktivitas, sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di Malang Raya.

Dalam penyusunan koridor, Dishub Jatim juga menyiapkan batas panjang sekitar 40 kilometer. Ketentuan itu dipakai agar operasional tetap efisien dan jarak tunggu antarbus atau headway tetap terjaga.

Empat fokus penataan

Pengembangan koridor baru tidak hanya bicara soal jalur bus. Dishub Jatim menempatkan empat fokus utama agar layanan baru tidak memutus jaringan transportasi yang sudah berjalan di lapangan.

Fokus itu mencakup menjaga keberlangsungan angkutan umum eksisting, mengoptimalkan halte sebagai titik transit, menata angkutan pengumpan, dan mendorong dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah. Dengan pola tersebut, layanan utama dan layanan penghubung diharapkan saling melengkapi.

Angkot dan MPU tetap masuk dalam skema itu. Keduanya tidak dihapus, melainkan diarahkan menjadi feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan halte-halte Trans Jatim.

Dishub Jatim juga meminta pemerintah daerah menata ulang rute agar integrasi transportasi berjalan lebih efektif. Langkah ini disiapkan supaya Trans Jatim hadir sebagai tulang punggung layanan, sementara moda pengumpan tetap menjaga akses dari lingkungan warga ke titik naik turun bus.

Koordinasi dengan Malang Raya

Untuk mematangkan rencana tersebut, Dishub Jatim akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Dinas Perhubungan se-Malang Raya pada Selasa pekan depan. Pertemuan itu diarahkan untuk menyepakati jalur operasional dan mengurangi potensi gesekan dengan operator angkutan yang sudah ada.

Pemprov Jatim menilai koridor baru BTS Trans Jatim berpeluang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Manfaat yang dibidik meliputi pengurangan kemacetan, penurunan angka kecelakaan lalu lintas, dan berkurangnya biaya transportasi harian warga.

Kepanjen–Terminal Hamid Rusdi sendiri dipandang sebagai titik yang strategis karena menghubungkan arus warga dari Kabupaten Malang ke kawasan kota. Dengan demand yang dinilai tinggi, Dishub Jatim berupaya maksimal agar koridor ini bisa segera diwujudkan sebagai layanan baru.

Dorongan tersebut juga memperlihatkan arah pengembangan Trans Jatim di Malang Raya yang semakin menekankan integrasi antarmoda. Jika rencana berjalan sesuai skema, mobilitas warga dari permukiman, halte, hingga simpul transportasi utama diharapkan menjadi lebih tertata.

Source: informasi-realita.net
Exit mobile version