Tim Cook Ungkap Apple Maps Sebagai Kekeliruan Paling Mahal, Awal Rilisnya Dinilai Berbahaya

Pengakuan Tim Cook soal Apple Maps kembali menyorot betapa besar risiko ketika sebuah produk diluncurkan sebelum benar-benar matang. Di hadapan karyawan, CEO Apple itu menyebut layanan peta tersebut sebagai kesalahan terbesar selama memimpin perusahaan.

Cook tidak berbicara dalam forum publik biasa, melainkan dalam pertemuan internal Apple Town Hall. Agenda acara itu juga menyinggung transisi kepemimpinan kepada John Ternus, tetapi Cook justru mengalihkan perhatian ke keputusan yang paling ia anggap membekas selama hampir 14 tahun menjabat sebagai CEO.

Ia menyebut Apple Maps sebagai kesalahan besar pertama setelah dirinya menggantikan Steve Jobs pada 2011. Menurut Cook, layanan itu seharusnya belum dilepas ke publik karena kesiapan produk belum memadai.

Masalah utama muncul dari pola pengujian yang terlalu terpusat di Cupertino, California. Karena terlalu fokus pada satu wilayah, Apple gagal menangkap banyak persoalan yang baru terlihat ketika layanan dipakai di tempat lain.

Dampaknya langsung terasa begitu Apple Maps dirilis. Pengguna dari berbagai negara menemukan data lokasi yang keliru, rute yang membingungkan, dan petunjuk arah yang tidak akurat.

Pada masa awal peluncurannya, kritik datang sangat keras. Layanan itu bahkan dinilai tidak hanya mengecewakan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna karena arahan yang keliru.

Guncangan di dalam Apple

Kekacauan Apple Maps tidak berhenti pada reputasi produk. Di dalam perusahaan, kegagalan itu ikut mengguncang struktur internal dan memicu langkah tegas dari Apple.

Richard Williamson, yang memimpin proyek Apple Maps, diberhentikan setelah peluncuran yang kacau tersebut. Cook juga mengambil langkah langka dengan mengirim surat permintaan maaf terbuka kepada pengguna Apple.

Polemik itu ikut menyeret Scott Forstall, eksekutif senior yang turut bertanggung jawab atas proyek tersebut. Forstall dikabarkan menolak menandatangani surat permintaan maaf Cook, dan sikap itu disebut memperburuk posisinya di perusahaan hingga akhirnya dicopot.

Forstall sendiri bukan sosok sembarangan di Apple. Ia dikenal sebagai pilihan Steve Jobs dan sempat dianggap sebagai kandidat kuat penerus CEO Apple.

Dari blunder ke layanan yang lebih matang

Meski awalnya kacau, Apple Maps terus diperbaiki dari waktu ke waktu. Apple berinvestasi untuk meningkatkan kualitas peta, memperbaiki akurasi navigasi, dan menambah fitur baru.

Hasilnya, Apple Maps kini dinilai jauh lebih andal dibandingkan fase awal peluncurannya. Meski begitu, sebagian pengguna masih sesekali menemukan kekeliruan data lokasi atau rute.

Dalam pengakuan yang lebih luas, Cook juga menyebut daftar kesalahannya kemungkinan sangat panjang. Selain Apple Maps, Apple di bawah kepemimpinannya juga menghadapi kegagalan lain seperti Apple Car yang dibatalkan dan AirPower yang tak pernah dirilis.

Di sisi lain, Cook justru menempatkan Apple Watch sebagai pencapaian terbesar selama masa jabatannya. Ia menyoroti dampak perangkat itu terhadap kesehatan dan keselamatan pengguna.

Cook bahkan mengingat pesan pertama dari seorang pengguna yang menyebut nyawanya terselamatkan berkat Apple Watch. Pengakuan itu menunjukkan bahwa Cook tidak hanya berbicara tentang sukses besar Apple, tetapi juga tentang keputusan yang salah dan tanggung jawab di baliknya.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button