Kemunculan Tiggo V kembali memancing rasa penasaran karena model ini disebut membawa arah pengembangan baru dari konsep T1TP. Di saat status jualnya belum jelas, Chery justru berhasil membuat model ini terlihat sebagai sinyal penting tentang produk yang sedang disiapkan perusahaan.
Yang menarik, Tiggo V tidak hanya tampil sebagai SUV biasa. Mobil ini dirancang dengan pendekatan yang menggabungkan karakter SUV, MPV, dan pickup dalam satu paket, sehingga posisinya terasa berbeda dari jajaran Tiggo lain yang selama ini dikenal.
Identitas baru dari konsep T1TP
Saat pertama kali diperkenalkan sebagai T1TP, model ini sudah menarik perhatian karena tampil lebih berani. Desainnya disebut lebih gahar dibandingkan Tiggo 9, sehingga sejak awal publik sudah menaruh perhatian besar pada arah pengembangannya.
Kemunculan nama Tiggo V kemudian memperkuat dugaan bahwa Chery sedang menyiapkan identitas yang lebih tegas untuk model tersebut. Perubahan penamaan ini memberi kesan bahwa kendaraan itu tidak lagi sekadar konsep yang berdiri sendiri, melainkan menuju bentuk yang lebih matang.
Huruf “V” pada namanya juga punya arti khusus. Chery memaknainya sebagai “Versatility, Value, and Victory”, yang menggambarkan kendaraan serbaguna, bernilai tinggi, dan punya daya tarik yang kuat.
Bukan sekadar SUV keluarga
Daya tarik Tiggo V terletak pada formatnya yang tidak terpaku pada satu jenis kendaraan. Dari sisi SUV, mobil ini membawa desain bodi yang gagah dan tetap mempertahankan bahasa desain khas Tiggo series.
Dari sisi MPV, Tiggo V disiapkan sebagai mobil 7-seater. Model ini juga disebut memiliki opsi captain seat yang bisa memberi kenyamanan lebih untuk penggunaan keluarga.
Sementara itu, unsur pickup terlihat dari kebutuhan ruang angkut yang lebih lapang. Bagasi yang besar menjadi salah satu nilai tambah utama, terutama bagi pengguna yang ingin ruang ekstra untuk barang dalam kegiatan harian maupun perjalanan jauh.
Teknologi CSH ikut memperkuat posisinya
Selain desain dan konfigurasi kabin, Tiggo V juga disebut akan menggunakan teknologi CSH. Sistem ini adalah teknologi PHEV yang bertujuan membantu efisiensi bahan bakar.
Chery sendiri sudah punya pengalaman menerapkan teknologi tersebut pada beberapa model. Tiggo Cross, Tiggo 8, dan Tiggo 9 disebut sudah memakai CSH, termasuk model yang dipasarkan di Indonesia.
Artikel referensi juga menyorot Tiggo 8 CSH sebagai mobil PHEV terlaris tahun lalu. Catatan itu menunjukkan bahwa teknologi CSH bukan lagi hal baru bagi Chery dan bisa menjadi nilai jual penting bila Tiggo V benar-benar masuk jalur produksi.
Masih jauh dari status model jual
Meski daya tariknya besar, Tiggo V belum bisa disebut sebagai mobil produksi yang resmi. Informasi yang tersedia masih menunjukkan bahwa model ini sebatas diperkenalkan ke publik dan belum masuk jalur penjualan.
Kondisi itu membuat Tiggo V lebih tepat dipahami sebagai arah pengembangan produk, bukan model yang segera hadir di diler. Untuk pasar Indonesia, Chery juga disebut masih membutuhkan waktu sebelum membawa model ini lebih dekat ke tahap penjualan.
Dengan desain SUV yang tegas, format kabin keluarga, ruang angkut yang besar, dan dukungan teknologi CSH, Tiggo V memperlihatkan upaya Chery meramu fungsi dan fleksibilitas dalam satu kendaraan. Selama status resminya belum berubah, publik masih menunggu apakah model ini memang akan menjadi versi produksi dari T1TP atau tetap menjadi penanda arah baru Chery.





