Tekanan Juara Bertahan Jadi Modal Garuda Muda, Vietnam Langsung Menguji Nova Arianto

Pembagian grup ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 langsung membuat Grup A menjadi sorotan karena mempertemukan Indonesia dengan Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar. Bagi Timnas Indonesia U-19, hasil undian ini bukan sekadar penentu lawan, tetapi juga penguji kesiapan Garuda Muda menghadapi tekanan sebagai juara bertahan.

Nova Arianto menilai Vietnam menjadi lawan paling berat di fase grup. Namun, ia tidak melihat itu sebagai alasan untuk bermain aman, melainkan sebagai dorongan agar timnya tampil lebih kuat sejak pertandingan pertama.

Tekanan datang bersama status Indonesia yang baru saja menjuarai edisi sebelumnya dengan catatan sempurna. Nova menyadari beban itu memang akan melekat pada tim, tetapi ia meminta para pemain muda menjadikannya energi tambahan, bukan hambatan.

Baginya, tim harus tetap berani dan menjaga konsistensi permainan. Nova juga menekankan bahwa performa terbaik hanya bisa muncul jika persiapan dilakukan dengan serius sebelum turnamen dimulai.

Vietnam jadi ujian awal

Di Grup A, duel melawan Vietnam dipandang bisa memengaruhi arah persaingan. Karena itu, Indonesia dituntut langsung fokus agar langkah awal tidak terganggu oleh ketatnya kompetisi.

Meski Vietnam mendapat perhatian utama, Nova tidak ingin timnya mengabaikan dua lawan lain, yakni Timor Leste dan Myanmar. Ia menilai setiap laga di fase grup tetap harus dijalani dengan disiplin agar target tim tetap terjaga.

Komposisi grup yang padat membuat setiap pertandingan punya bobot besar. Dalam situasi seperti itu, satu kesalahan kecil bisa berpengaruh pada peluang lolos ke fase berikutnya.

Persiapan dimulai di Yogyakarta

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 akan dimulai di Yogyakarta pada 10 Mei. Program itu disiapkan untuk mengasah fisik, taktik, dan mental para pemain agar berada pada level terbaik.

Nova ingin timnya mencapai kondisi yang ideal sebelum tampil di turnamen. Ia menilai kesiapan menyeluruh menjadi kunci agar Garuda Muda tidak terbebani oleh status yang mereka bawa.

ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 sendiri akan berlangsung pada 1 hingga 14 Juni dengan Sumatera Utara sebagai tuan rumah. Turnamen ini akan diikuti 10 negara Asia Tenggara, sehingga persaingan diperkirakan ketat sejak fase awal.

Sorotan di luar lapangan

Pengundian grup berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis (7/5/2026). Momen itu juga dihadiri Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama sejumlah petinggi sepak bola Asia Tenggara.

Erick menilai ajang tersebut menjadi panggung penting bagi pemain muda Indonesia untuk menunjukkan kualitas di level internasional. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam penyelenggaraan turnamen.

Menurut Erick, PSSI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara. Sebelum undian dimulai, panitia juga menyerahkan donasi simbolis berupa 1.300 bola kepada sekolah sepak bola di Sumatera Utara.

Di sisi lain, hasil undian juga menempatkan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam di Grup B. Sementara itu, Grup C dihuni Australia, Kamboja, dan Filipina. Dengan lawan yang sudah diketahui, perhatian Indonesia kini beralih ke lapangan latihan dan kesiapan mental untuk menghadapi Grup A.

Source: www.suara.com
Exit mobile version