Meski tekanan jual mendominasi perdagangan sesi I, pasar saham masih mencatat aktivitas yang tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp 15,1 triliun dengan volume 27,962 miliar lembar saham dan frekuensi 1,731 juta kali.
Di tengah pergerakan yang ramai itu, arah pasar justru cenderung melemah tajam. Sebanyak 611 saham turun, sementara hanya 96 saham menguat dan 107 saham stagnan.
IHSG pun tidak mampu bertahan di zona hijau sejak awal perdagangan. Indeks harga saham gabungan ditutup sesi I di level 6.396 setelah terkoreksi 202 poin atau 3,08 persen.
Tekanan sudah terlihat sejak pembukaan ketika IHSG berada di 6.599. Setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.635, indeks terus merosot hingga ke level terendah 6.376 sebelum bertahan di bawah level pembukaan.
Pelemahan tersebut tidak berhenti di indeks utama. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat Rp 11.160 triliun, mencerminkan tekanan yang meluas di tengah pasar.
Seluruh sektor ikut tertekan
Tidak ada indeks sektoral yang mampu menahan laju koreksi pada sesi ini. Seluruh sektor kompak masuk zona merah dengan pelemahan yang cukup dalam di beberapa kelompok saham.
Sektor basic materials menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 7,26 persen. Setelah itu, sektor energi terkoreksi 6,47 persen dan sektor transportasi melemah 5,94 persen.
Tekanan juga menyebar ke sektor lain. Infrastruktur turun 3,91 persen, industri terkoreksi 3,43 persen, dan konsumer nonprimer melemah 2,60 persen.
Sektor konsumer primer ikut turun 2,49 persen, disusul properti yang melemah 2,23 persen. Di sisi lain, keuangan terkoreksi 1,47 persen, teknologi turun 0,65 persen, dan kesehatan melemah 0,43 persen.
Indeks acuan tak luput dari koreksi
Pelemahan IHSG juga diikuti oleh indeks-indeks unggulan. LQ45 turun 2,10 persen, sementara Jakarta Islamic Index atau JII melemah 3,96 persen.
Kompas100 terkoreksi 3,08 persen dan Bisnis-27 turun 1,74 persen. Kondisi ini menunjukkan saham-saham berkapitalisasi besar pun ikut berada di bawah tekanan pada sesi I.
Masih ada saham yang bergerak melawan arus
Di tengah pasar yang melemah, sejumlah saham tetap mencatat kenaikan signifikan. PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 20,33 persen.
Kenaikan juga datang dari PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang naik 14,53 persen, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang menguat 12,00 persen, serta PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang naik 10,71 persen. PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) turut bertambah 10,00 persen.
Namun lonjakan itu belum cukup mengubah arah pasar secara keseluruhan. Daftar top losers justru menunjukkan tekanan jual yang masih kuat dan meluas.
PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) menjadi saham dengan penurunan terbesar setelah turun 14,97 persen. Di belakangnya ada PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang melemah 14,96 persen, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 14,91 persen, PT Ciptadana Asset Management (XCLO) terkoreksi 14,89 persen, dan PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) yang turun 14,84 persen.
Source: www.beritasatu.com




