Kenaikan biaya komponen akibat lonjakan permintaan AI mulai memberi bayangan lebih gelap bagi pasar PC gaming dan hardware gaming. AMD menilai tekanan itu akan membuat laju penjualan pada sisa 2026 tidak sekuat awal tahun, terutama saat konsumen menghadapi harga yang lebih berat untuk memori dan komponen lain.
Sinyal tersebut muncul ketika AMD menggelar panggilan pendapatan kuartal pertama 2026 pada Selasa, 5 Mei. Dalam penjelasannya, perusahaan masih melihat awal tahun berjalan kuat, tetapi nada untuk paruh berikutnya menjadi jauh lebih hati-hati karena biaya produksi terus bergerak naik.
Di kuartal pertama 2026, AMD membukukan pendapatan $10,3 miliar. Segmen Client and Gaming ikut tumbuh 23% secara tahunan hingga sekitar $3,6 miliar, ditopang oleh prosesor Ryzen dan permintaan kartu grafis Radeon RX.
Namun, kekuatan itu belum cukup untuk menutupi tekanan dari sisi biaya. AMD menilai kenaikan harga memori dan komponen lain akan menekan permintaan PC, termasuk desktop dan laptop gaming, saat tahun berjalan memasuki paruh kedua.
CEO Dr. Lisa Su mengatakan AMD masih melihat permintaan CPU Ryzen tetap solid pada kuartal kedua. Meski begitu, ia menegaskan pengiriman PC pada paruh kedua akan lebih rendah karena biaya komponen terus meningkat dan membuat pasar menjadi lebih berat.
AMD tetap memperkirakan pendapatan client tumbuh secara tahunan dan melampaui pasar. Kekuatan Ryzen serta perluasan adopsi di segmen komersial masih menjadi penopang utama, tetapi perusahaan juga sudah menyiapkan pendekatan yang lebih konservatif untuk menghadapi tekanan biaya.
Gaming ikut merasakan perlambatan
Dampak serupa juga diperkirakan menjalar ke bisnis gaming. Su menyebut paruh kedua permintaan gaming akan terkena kondisi yang sama, seiring konsumen makin berhati-hati ketika membeli perangkat baru di tengah harga komponen yang naik.
Chief Financial Officer Jean Hu memberi gambaran yang lebih tegas mengenai arah segmen ini. Ia mengatakan pendapatan gaming secara berurutan turun 15%, sesuai ekspektasi perusahaan.
Hu juga menyampaikan bahwa AMD kini memperkirakan pendapatan gaming pada paruh kedua akan turun lebih dari 20% dibandingkan paruh pertama. Proyeksi itu menandakan perlambatan yang tajam setelah awal tahun masih ditopang oleh permintaan yang kuat.
Bagi AMD, situasi ini membuat ritme pasar gaming menjadi lebih sulit dibaca. Penjualan Ryzen dan Radeon masih berjalan kuat, tetapi tekanan biaya akibat permintaan AI berpotensi menghambat pengiriman dan mengubah pola belanja konsumen di banyak lini.
Strategi produk tetap berjalan di tengah tekanan
Meski proyeksi memburuk, AMD tetap berupaya menjaga posisinya di segmen gaming. Ryzen 7 9850X3D menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan untuk mempertahankan daya tarik produknya di pasar ini.
Persaingan pun tidak ikut melunak. Intel disebut kembali mendorong pasar dengan fokus pada nilai dan efisiensi melalui seri Core Ultra “Plus”, yang diposisikan untuk memberi ancaman berarti bagi AMD.
Kombinasi kenaikan biaya, tekanan pada pengiriman PC, dan kompetisi yang tetap ketat membuat prospek bisnis gaming AMD terlihat lebih rumit dibanding awal tahun. Perusahaan masih mengandalkan Ryzen dan Radeon, tetapi arah biaya di industri mulai mengubah ekspektasi untuk sisa 2026.
Source: www.notebookcheck.net




