Pengguna kendaraan listrik di Jakarta dan sekitarnya kini punya satu titik layanan yang dibuat lebih lengkap daripada sekadar tempat mengisi daya. Di UP3 Tanjung Priok, PLN menempatkan SPKLU Center dengan pilihan pengisian yang beragam, fasilitas penunjang, dan layanan untuk roda dua maupun roda empat dalam satu kawasan.
Langkah ini sekaligus menandai operasi SPKLU PLN yang sudah menembus angka 5.000 unit di Indonesia. Kehadiran titik ke-5.000 itu menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik mulai diikuti oleh perluasan infrastruktur yang makin siap mendukung kebutuhan harian.
Pilihan pengisian dibuat lebih fleksibel
Di Tanjung Priok, pengguna mobil listrik tidak hanya disuguhi satu jenis pengisian. PLN menyiapkan dua unit Ultra Fast Charging 200 kW, enam unit Ultra Fast Charging 120 kW, dan satu unit Medium Charging 22 kW.
Komposisi tersebut memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan pengisian dengan kebutuhan waktu parkir dan kondisi kendaraan. Untuk sebagian pengguna, kecepatan menjadi prioritas, sementara yang lain bisa memilih pengisian reguler saat waktu tunggu lebih longgar.
Seluruh charger di lokasi ini juga sudah memakai konektor CCS2 dan AC. Dengan begitu, fasilitas tersebut dibuat agar dapat mendukung berbagai model mobil listrik yang beredar di Indonesia.
Tidak hanya untuk mobil listrik
PLN juga memasukkan kendaraan roda dua ke dalam layanan di area yang sama. Di SPKLU Center Tanjung Priok tersedia dua unit SPKLU roda dua dan dua unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum atau SPBKLU.
Kehadiran layanan untuk sepeda motor listrik ini menambah fungsi lokasi tersebut sebagai titik layanan yang lebih luas. Hal ini relevan untuk kawasan dengan mobilitas tinggi seperti Tanjung Priok yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan transportasi di Jakarta Utara.
Disiapkan agar waktu tunggu lebih nyaman
Selain perangkat pengisian, PLN melengkapi area ini dengan lounge, toilet, pengisian angin ban, dan vending machine. Fasilitas pendukung itu disiapkan agar pengguna tidak merasa waktu menunggu pengisian sebagai beban tambahan.
Kenyamanan menjadi bagian penting dari pengalaman memakai kendaraan listrik. Dengan area tunggu yang lebih tertata, pengisian daya diharapkan terasa lebih praktis dalam rutinitas sehari-hari.
Dorongan dari pertumbuhan kendaraan listrik
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyebut pembangunan SPKLU dilakukan mengikuti kenaikan populasi kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa jaringan SPKLU kini sudah tersedia di berbagai wilayah Indonesia agar masyarakat semakin nyaman beralih ke kendaraan listrik.
Adi juga menekankan bahwa SPKLU bukan sekadar fasilitas tambahan. Menurut dia, infrastruktur ini menjadi penunjang utama mobilitas harian pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan akses pengisian yang mudah dan sesuai kebutuhan.
Jakarta dan kawasan penyangga ikut diperkuat
General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan SPKLU Center Tanjung Priok melengkapi titik serupa yang lebih dulu hadir di Bulungan, Menteng, Rest Area Cibubur KM 10,6, dan Sakura Garden City. Dengan tambahan ini, jumlah SPKLU Center PLN di Jakarta dan kawasan penyangga menjadi lima titik.
Jaringan tersebut disiapkan untuk mendukung perjalanan jarak jauh maupun penggunaan harian di kota. PLN menyebut pengembangan infrastruktur akan terus menyesuaikan kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang berkembang pesat.
Peresmian SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok memperlihatkan arah pengembangan ekosistem EV yang makin matang. Di satu lokasi, pengguna kini mendapatkan kecepatan pengisian, dukungan untuk mobil dan motor listrik, serta fasilitas pendukung yang membuat proses isi daya terasa lebih mudah dijalani.
Source: otomotif.kompas.com




